Tak Kunjung Mendapat Ganti Rugi, Warga Cikuasa Ancam Golput

CILEGON, (KB).- Warga Lingkungan Cikuasa Pantai dan Keramat Raya, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, ancam mengambil sikap tidak ikut memilih (golput) pada Pemilu dan Pilpres 2019.

Ancaman golput pada pemilu 2019 ini diserukan, lantaran kecewa ganti rugi atas penggusuran rumah tinggal mereka pada 2016 lalu tidak kunjung dilakukan Pemkot Cilegon.

Padahal, tuntutan warga korban gusuran ini telah menang di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Serang, 2018 lalu. Namun begitu Pemkot Cilegon belum terlihat akan melakukan ganti rugi.

“Selama tiga tahun kami terlantar, tidak ada ganti rugi sedikit pun dari Pemkot Cilegon. Sekarang kami tinggal di puing-puing bangunan, hanya beratap tenda. Mana tanggung jawab pemerintah,” kata Aan Renawati saat ditemui di lokasi gusuran, Rabu (20/2/2019).

Menurut Aan, ia dan kurang lebih 3000 warga gusuran merasa kecewa dengan Pemkot Cilegon dan pemerintah pusat. Lantaran itulah, pihaknya menyatakan sikap untuk golput.

“Kalau tidak ada ganti rugi, saya dan warga lain akan golput. KK dan KTP saya sebagai warga Cilegon, tapi malah disia-siakan,” ujarnya.

Terkait hal ini, Ketua KPU Kota Cilegon Irfan Alfi mengatakan, sikap golput merupakan hak prerogatif masyarakat pemilih. Namun begitu, sikap golput bisa masuk ranah pidana. “Kalau golput itu karena ada yang memengaruhi secara paksa, itu bisa masuk ranah pidana,” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here