Tak Capai Target, Kepatuhan Pajak Dinilai Rendah

SERANG, (KB).- Tingkat kepatuhan masyarakat Kota Serang dalam membayar pajak dinilai masih relatif rendah. Tercatat, sepajang tahun 2019, jumlah pajak yang dibayarkan hanya mencapai 60 persen saja. Capaian tersebut di bawah dari target minimal yang telah ditetapkan oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Serang Barat.

Kepala KPP Pratama Serang Barat Triyani Yuningsih mengatakan, tahun lalu pihaknya menargetkan pendapatan dari sektor pajak Kota Serang sebesar Rp 1,18 triliun. Akan tetapi, jumlah yang dibayarkan hanya mencapai 60 persen saja atau senilai Rp 708 miliar. Bahkan, dari jumlah tersebut sebagian besar bersumber dari administrasi pemerintahannya.

“Untuk Kota Serang memang masih sangat rendah, tahun lalu itu hanya 60 persen capaian target kami. Padahal, target minimal itu 73 persen. Untuk pendapatan pajak terbanyak di Kota Serang sendiri bersumber dari administrasi pemerintahan, yakni 34 persen,” katanya, Jumat (28/2/2020).

Namun pada tahun ini, kata dia, ada kenaikan target untuk pendapatan pajak di Kota Serang, dari Rp 1,18 triliun, kini menjadi Rp 1,28 triliun atau naik sebesar Rp 100 miliar dari target tahun lalu.

“Maka, kami pun perlu bersinergi dengan wali kota supaya sama-sama target kami tercapai dan Pemkot Serang juga tercapai,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret yang akan diambil untuk meningkatkan pendapatan pajak di Kota Serang, pihaknya pun akan melakukan sosialisasi program lebih awal. Selain itu, pihaknya juga berencana untuk melakukan penyisiran kepada masyarakat untuk segera melaporkan SPPT nya.

“Jadi kami benar-benar menggerakkan seluruh elemen masyarakat untuk segera melaporkan SPT dan membayarnya,” ucapnya.

Menurut Yuningsih, faktor utama yang menyebabkan wajib pajak enggan membayar pajak, karena rendahnya kesadaran wajib pajak terhadap pentingnya membayar pajak. Padahal, dengan membayar pajak, wajib pajak telah ikut berkontribusi dalam pembangunan di Kota Serang.

“Kontribusi pajak dari sisi nasional pembangunan sudah 80 persen dan bagi hasilnya untuk Kota Serang sendiri,” tuturnya.

Namun tahun ini, ia juga mengapresiasi Pemkot Serang yang melaporkan SPT tahunan lebih awal. Dengan adanya hal tersebut, ia pun berharap dapat meningkatkan pendapatan pajak di tahun ini.

“Wali kota memberikan contoh kepada masyarakatnya untuk segera melaporkan kewajiban SPT tahunan, dari yang seharusnya 31 Maret karena makin awal makin nyaman. Kalau lebih awal kami lebih bisa memberikan contoh yang baik serta dari sisi aplikasi juga insya Allah bisa lebih lancar,” ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya akan mendukung rencana dari KPP Pratama Serang Barat untuk meningkatkan pendapatan pajak di Kota Serang.

“Kami berinisiatif untuk peningkatan masalah pajak ini, karena memang dari hasil pajak ini 80 persen untuk pembangunan baik pusat maupun Kota Serang,” katanya.

Pihaknya juga akan membantu KPP Pratama yang akan melakukan penyisiran kepada wajib pajak yang berada di 6 kecamatan yang ada di Kota Serang. Ia pun berharap agar target yang dicanangkan dapat tercapai.

“Insya Allah Pemkot akan mendukung dan memfasilitasi terutama administrasi pemerintahan lebih dominan 30 persen,” ucapnya. (Rizki Putri/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here