Tak Berizin, 4 Tempat Hiburan Malam Disegel

SERANG, (KB).- Tim gabungan, terdiri dari Satpol PP Kabupaten Serang, Polres Serang, dan Muspika Kecamatan Ciruas menyegel empat tempat hiburan malam di Desa Kaserangan dan Desa Nambo Kecamatan Ciruas, Kamis (7/3/2019) dini hari.

Hal tersebut dilakukan, karena keempat tempat tersebut, tidak mengantongi izin lengkap dan juga dianggap meresahkan masyarakat.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Dinas Satpol PP Kabupaten Serang Hanafi mengatakan, tempat hiburan malam yang disegel, antara lain Cafe King Oloan, Scorpions, Betha, dan Pardamuan. Penyegelan dilakukan pada pukul 00.30 WIB.

“Mereka semuanya sudah OSS (online single submission), tetapi belum memenuhi komitmen, artinya belum efektif izin OSSnya dan yang lain belum memiliki izin sama sekali, sementara di lapangan sudah beraktivitas,” katanya kepada Kabar Banten.

Ia menuturkan, sebelumnya pihaknya mendapatkan laporan dari warga sekitar terkait adanya aktivitas di tempat hiburan malam tersebut. Mendapat laporan tersebut, kemudian pihaknya langsung melakukan proses lidik.

“Intinya Satpol PP selalu mengacu pada ketentuan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2006 tentang Penyakit Masyarakat (Pekat) dan Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung, maka dilakukan tindakan penyegelan ini,” ujarnya.

Sementara, Sekmat Ciruas Ade Rana menuturkan, selama ini keberadaan tempat hiburan malam tersebut sangat meresahkan masyarakat, sehingga masyarakat setempat juga tidak menginginkan adanya tempat tersebut dan mendesak untuk ditutup.

“Meresahkan dan banyak yang protes. Diperingatkan sudah sering, agar mengurus izin, tapi lagi-lagi membandel, malah tambah lagi dan tambah lagi. Semuanya belum ada izin sama sekali, jadi ditutup,” ucapnya.

Namun dalam hal tersebut, pihaknya pada prinsipnya tidak menghalangi jika ada orang yang ingin berinvestasi di Kabupaten Serang. Hanya saja sebelum beroperasi seharusnya menempuh izin terlebih dulu. “Cuma dari masyarakat juga saya kira gak bakalan ngizinin,” tuturnya.

Ia mengatakan, penyegelan tersebut, dilakukan hingga tempat hiburan malam tersebut, melengkapi izinnya. Saat disegel ada beberapa yang sedang buka dan ada juga yang tutup.

“Ada yang tutup itu mungkin sudah tahu, ada yang masih buka waktu itu. Ya ditutup saja enggak ada yang diamankan, karena kalau minuman keras sebetulnya dia sesuai aturan di bawah. Tapi, kami enggak ke dalam ke sana kami masalahnya perizinan yang tidak ada,” katanya.

Pascapenyegelan tersebut, pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Jangan sampai tempat hiburan malam tersebut kembali buka.

“Karena, dari Desember kami sudah usulkan, agar ditutup. Tapi, mereka bandel dan sudah diundang sama pemda, di pemda bukan hanya di Ciruas saja yang diundang, tapi se-Kabupaten Serang, di sana mereka diminta, agar memperlihatkan izinnya, sampai ada teguran satu dari Satpol PP, dua, tiga tidak diindahkan ternyata,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here