Tak Ada Pengunjung, Pelaku Usaha di Pantai Butuh Bantuan

JAUH sebelum ramadan hingga saat ini kondisi tempat wisata pantai di Wilayah Kabupaten Serang sepi pengunjung, terutama setelah adanya imbauan untuk dirumah aja dan tidak menimbulkan keramaian termasuk di tempat wisata sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Hal tersebut berdampak pada para pelaku usaha di tempat wisata pantai, bahkan tak sedikit para pedagang, atau pelaku usaha sewa ban, selancar dan alat watersport kehilangan mata pencariannya.

Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Serang Dede Sulaeman mengatakan, pasca pemerintah memberikan imbauan untuk tidak melakukan kunjungan ke daerah wisata, sebagai salah satu upaya penanganan Covid-19, banyak dampak yang dirasakan oleh pelaku usaha pariwisata yang ada di Kabupaten Serang.

Jumlah kunjungan wisatawan yang saat ini terus menurun bahkan tidak ada satu pun pengunjung, tidak hanya dirasakan oleh pengusaha hotel dan restauran.

“Kami mendapat keluhan dari beberapa pelaku usaha yang biasa menyewa ban, lalu penyewaan fasilitas lain yang biasa ada di pantai. Mereka sekarang butuh bantuan karena kehilangan mata pencariannya,” kata Dede kepada wartawan, Jumat (1/5/2020).

Menurut dia, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka hanya biasa mengandalkan pekerjaan tersebut. Sementara, saat ini untuk pengunjung atau wisatawan sudah tidak ada satu pun yang datang. Biasanya dalam seminggu mereka bisa mendapatkan pemasukan karena ada wisatawan yang datang Sabtu atau Minggu untuk berwisata.

“Kalau sewa ban dan lainnya itu kan mengandalkan pengunjung pemasukannya. Kalau tidak ada pengunjung ya sekarang mereka tidak ada penghasilan,” tuturnya.

Dia mengharapkan, adanya bantuan pemerintah kepada para pelaku usaha yang ada di kawasan wisata pantai. Sebab semenjak terjadinya pandemi Covid-19, pariwisata mengalami krisis yang berdampak pada semua pihak. Terutama pada pedagang kecil yang biasa mengais pendapatnnya di pinggir pantai dan mengandalkan wisatawan.

“Mudah-mudahan saja mereka bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah. Kasian juga karena mereka memiliki keluarga, saat kondisi sekarang sulit karena pengujung yang datang ke pantai saja tidak ada sama sekali,” katanya.

Bahkan, kata Dede, saat ini pun anggota Balawista Kabupaten Serang sudah banyak yang dirumahkan karena kunjungan yang sudah mulai tidak ada. Adapun yang melakukan penjagaan di area pantai hanya beberapa orang saja.

“Dampaknya banyak, anggota Balawista juga banyak yang dirumahkan karena memang sama sekali pengunjung tidak ada, bahkan di hari biasa,” ucapnya. (Tresna Mulyanawati)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here