Kamis, 20 September 2018

TAHURA Carita, Andalan Wisata Alam Banten

Kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) yang berlokasi di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu aset yang dimiliki Provinsi Banten. Kawasan konservasi alam tersebut, menjadi media pendidikan, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dengan keindahan alamnya, kawasan tersebut menjadi andalan wisata alam yang bisa dinikmati masyarakat.

Objek wisata Tahura, kini telah banyak dikunjungi wisatawan baik lokal maupun nasional. Banyaknya pengunjung inilah, yang menjadi salah satu kekhawatiran adanya pencemaran dan eksploitasi terhadap kawasan konservasi alam tersebut. Tahura adalah kawasan pelestarian alam yang memiliki potensi keanekaragaman hayati, seperti koleksi tumbuhan, satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli atau bukan asli, agar dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, penunjang budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi.

Seperti dikutif dispar.bantenprov.go.id menyebutkan, Tahura yang terletak di Kabupaten Pandeglang tersebut termasuk hutan tropis yang terletak di dataran rendah dan berdekatan dengan laut, sehingga memiliki flora dan fauna yang khas. Wilayah tersebut seluas 1.596 hektare tersebut, rencananya akan dikembangkan hingga Pegunungan Akar Sari, namun rencana tersebut masih panjang, karena harus mengurus penataan terlebih dahulu. Masyarakat juga diimbau, agar jangan menebang pohon di Tahura, karena itu akan berdampak pada kepadatan tanah, kualitas air, dan udara segar.

Bagi anda pencinta wisata, untuk menuju Tahura dapat ditempuh dengan dua jalur, pertama jalur Cilegon-Anyer dapat ditempuh sekitar 3 jam dari Serang, kedua melalui jalur Pandeglang-Carita yang dapat ditempuh sekitar 4 jam dari Serang. Masuk gerbang Tahura ada petugas yang mendata berapa orang rombongan yang akan masuk kawasan Tahura, di sini tidak ada retribusi khusus hanya melaporkan saja.

Jika kita menggunakan mobil pribadi bisa masuk sampai batas tracking, jika menggunakan bus, tracking akan dimulai dari mulai gerbang Tahura. Nah, untuk mempermudah, adalah menggunakan kendaraan roda dua, baik sepeda atau motor, karena kita hanya akan tracking kurang lebih satu jam menuju Curug Putri. Sepanjang perjalanan dari gerbang Tahura hingga Curug Putri, kita akan disuguhi dengan pemandangan hutan yang indah yang sejuk, banyak suara-suara binatang yang jarang terdengar jika kita berada di kota.

Jalanan menuju lokasi kurang lebih 250 meter sudah di-paving block selebihnya kita akan melewati jalanan bebatuan tajam dan licin, jadi sebaiknya sahabat menggunakan motor trail atau memilih jalan kaki dari lokasi parkir mobil. Setelah melewati jalanan yang cukup membuat berdebar-debar, kita tiba di tempat penitipan motor.

Dari situ akan dimulai tracking menuju Curug Putri, untuk biaya parkir motor dikenakan sebesar Rp 15.000 per motor. Perjalanan menuju Curug Putri dari tempat parkir cukup mudah dan dekat, jika kita biasa hiking perjalanan bisa ditempuh sekitar 40 menit, namun untuk pemula bisa ditempuh dengan waktu sekitar satu jam. Sepanjang perjalanan kita harus lebih berhati-hati, karena sebelah kiri sepanjang perjalanan adalah jurang, ya meskipun ada beberapa jalan yang sudah dipasang pagar pembatas.

Setelah Anda berjalan 40 menit, akan melewati Curug Gendang, di sana banyak pengujung yang berfoto atau sengaja main air. Tidak jauh dari Curug Gendang, perjalanan kurang lebih 100 meter sampailah kita di Curug Putri. Untuk menuju Curug Putri Tahura, sebaiknya membawa baju ganti, ya! Karena, kita akan menyusuri sungai, sudah tentu baju kita akan basah kuyup, tetapi tenang di sana ada penitipan barang dengan biaya Rp 15.000 per orang sudah termasuk jasa guide, ya! Di sekitar tempat penitipan barang juga banyak warung-warung dan kamar ganti.

Meski ditutup untuk masyakarat umum, namun berdasarkan aturan yang telah dibuat oleh Balai Kawasan Tahura, kawasan konservasi tersebut, tetap bisa digunakan untuk keperluan penelitian dan pendidikan. Dengan kata lain, masyarakat yang akan melakukan penelitian masih bisa memasuki Kawasan Tahura, tentu dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pengelola. (Endang Mulyana)*


Sekilas Info

Menata Ulang Situs Gunung Santri

Area wisata religi Gunung Santri yang berlokasi di Desa/Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, akan ditata ulang. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *