Tahun Politik Rawan Isu SARA

SERANG, (KB).- Memasuki tahun politik, isu SARA seringkali muncul dengan ditunggangi kepentingan politik tertentu. Oleh karena itu, dibutuhkan komunikasi dan pertemuan yang intens antara umat beragama untuk meminimalisasi isu SARA. Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten, Suparman Usman pada Musyawarah Pembentukan FKUB Provinsi Banten masa bakti 2018-2023, di Aula Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Curug, Kota Serang.

“Tahun politik sangat rawan dengan isu-isu SARA yang dapat berpengaruh terhadap kerukunan umat beragama yang perlu dicegah oleh semua pihak,” katanya, Kamis (1/3/2018). Ia mengimbau seluruh tokoh agama, pemimpin umat dan para ustaz untuk tidak terpengaruh pada politik yang dapat merusak kerukunan.

Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Bazari Syam mengimbau tokoh agama agar tidak melakukan sesuatu yang bersifat politik di dalam masjid, meskipun menurutnya setiap agama memiliki konsep bagaimana memilih pemimpin. “Tidak disampaikan dalam khotbah-khotbah. Sebab, di setiap masjid ada pro dan kontra dalam setiap kontestasi. Untuk membuat tidak terkotak-kotaknya jemaah baik di masjid dan tempat-tempat ibadah di gereja dan di mana-mana,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Banten Ade Ariyanto mengatakan, di rangking nasional, Provinsi Banten menjadi salah satu provinsi yang memiliki sikap toleransi tinggi sehingga menurutnya hal tersebut harus dijaga betul. Menurutnya, peran FKUB sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat untuk menjaga itu. “Makanya Pemprov sangat konsen memfasilitasi kegiatan FKUB karena berdampak positif sekali. Inysa Allah, kemarin MUI sudah berkonsultasi, khusus FKUB akan bersama-sama membuat program,” katanya.

Menurutnya, kerukunan umat beragama harus betul-betul dijaga pada tahun politik seperti saat ini. Dan Pilkada menjadi hal yang menggembirakan dan menyenangkan, bukan malah terjadi perpecahan antarumat. “Pesta itu dimaknai harus menggembirakan bukan sebaliknya menjadi mencekam dan gontok-gontokan. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk membuat suasana pesta demokrasi yang damai,” tuturnya. (Masykur/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here