Tahapan Pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon Segera Dimulai

CILEGON, (KB).- Setelah dilantiknya Edi Ariadi menjadi Wali Kota Cilegon definitif pekan lalu, tahapan pemilihan wakil wali kota pun di depan mata. Bahkan kabarnya akan dimulai awal pekan ini.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Fakih Usman Umar mengatakan, segera melakukan rapat badan musyawarah. Rapat tersebut akan terfokus pada kontestasi pemilihan wakil wali kota.

”Insya Allah Senin (25/2/2019) kami akan rembukan, antara unsur pimpinan dan alat kelengkapan Dewan. Begitu pula dengan unsur fraksi, hasil dari rapat nanti pada akhirnya akan disampaikan ke masing-masing partai,” katanya, akhir pekan lalu.

Pihaknya pun tidak terlalu tergesa-gesa dalam melaksanakan pemilihan nanti. Mengingat sisa waktu masa pemilihan terbilang lama.

”Secara aturan kan 18 bulan sebelum sisa akhir masa jabatan masih bisa diisi oleh seorang wakil. Itu artinya masa pemilihan wakil bisa dilaksanakan hingga Juli 2019. Itu kan masih lama,” ujarnya.

Senada dikatakan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Cilegon Hasbi Sidik. Dia akan mengikuti hasil kesepakatan bersama terkait mekanisme pemilihan wakil wali kota.

”Intinya sih, saya mengikuti hasil kesepakatan saja. Kalau teman-teman lain bilang segera dilaksanakan, ya saya ikut. Lagi pula Cilegon sudah punya wali kota, jangan sampai jabatan itu dibuat jomplang karena tidak didampingi wakil,” tuturnya.

Seperti diketahui, ada empat partai yang kabarnya akan memunculkan sosok bakal calon Wakil Wali Kota Cilegon. Yakni DPD Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cilegon yang akan mengusung Ratu Ati Marliati (kakak kandung Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi), DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Cilegon yang akan mengusung Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar, DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Cilegon yang mengusung Ketua DPC PPP Kota Cilegon Syihabudin Syibli, serta DPC Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Kota Cilegon yang kabarnya akan mendorong anggotanya, Erick Rebiin.

Terkait hal itu, Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon Abdul Ghoffar berharap para bakal calon serta partai-partai pengusung bakal calon wakil wali kota segera melakukan komunikasi dengan partai koalisi.

Ia mengatakan, hingga saat ini pihak-pihak yang akan naik ke atas panggung kontes pemilihan wakil wali kota masih terbilang pasif.

”Secara objektif, saya sih menilai seharusnya mulai intens menjalin komunikasi, antara partai yang mengusung dengan partai koalisi. Sehingga terjalin komunikasi dua arah. Selama ini komunikasi memang ada, tapi secara informal belum kelembagaan,” ujarnya.

Begitu pula terkait wacana melibatkan Edi dalam pemilihan wakil wali kota nanti. Jika memang Edi akan diberi ruang untuk menyampaikan kriteria wakil yang diinginkan, maka Ghoffar pun menyarankan Edi segera membuka komunikasi.

”Pak Edi pun menurut saya segera jalin komunikasi, entah itu dengan coffe morning atau dialog terbuka. Karena kalau Pak Edi menunggu partai yang menghampiri, tidak elok juga. Kan Pak Edi yang butuh wakil, bukan partai,” ucap Abdul Ghoffar. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here