Tahap 1 Belum Sepenuhnya Terserap, Dana Kelurahan Tahap 2 Terhambat

SERANG, (KB).- Dana alokasi umum (DAU) tambahan atau dana kelurahan tahap kedua tahun 2019 telah diterima oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Serang. Akan tetapi, hal tersebut, belum bisa disalurkan ke masing-masing kelurahan.

Kepala BPKAD Kota Serang Wachyu B Kristiawan mengatakan, dana kelurahan tahap satu belum terserap seratus persen, sehingga untuk tahap dua tersebut, belum dapat disalurkan. Meski telah diterima oleh Pemkot Serang, dana tersebut, masih menunggu laporan penyelesaiannya.

“Iya, untuk tahap dua sudah kami terima per tanggal 30 Agustus 2019 kemarin. Tapi, belum bisa kami salurkan dulu untuk tahap duanya, karena tahap satu itu kan belum seluruhnya terserap. Jadi, masih menunggu penyelesaiannya dulu, baru dilanjutkan ke tahap dua,” katanya, Rabu (11/9/2019).

Kemudian, ujar dia, realisasi penyaluran ke kelurahan hingga September ini, sebesar 32,58 persen atau sekitar Rp 7,959 miliar. “Kalau untuk realisasi salur ke kelurahan sampai kemarin itu adalah Rp 7,959 miliar atau 32,58 persen. Jadi, belum seratus persen selesai untuk tahap satu,” ujarnya.

Namun, ucap dia, semua kelurahan sudah mengajukan terkait penyaluran dana kelurahan tahap satu ini, tetapi jumlahnya berbeda-beda dan ada beberapa administrasi yang belum dilengkapi, sehingga belum bisa terserap.

“Sebetulnya semua kelurahan itu sudah mengajukan. Tapi, memang ada beberapa dokumen atau administrasi saja yang kurang lengkap dan jumlahnya pun beda-beda,” tuturnya.

Terkait kelurahan yang belum selesai, dia menuturkan, hampir dari 66 kelurahan di Kota Serang belum menyelesaikan dana kelurahan tahap satu. “Hampir semua belum. Kalau soal itu (kendala), enggak tahu. Karena yang memonitor soal ini (kendala) kan bagian pemerintahan selaku asisten pemerintahan,” katanya.

Total dana kelurahan, ujar dia, ada Rp 24, 29 miliar. Dibagi menjadi dua tahapan, untuk tahap pertama diberikan 50 persen atau sebesar Rp 12, 145 milar. Untuk tahap keduanya, masih tersisa sebesar Rp 12, 145 miliar. “Jadi, tahap pertama itu kan sekitar Rp 12 miliar lebih. Kemudian, tahap kedua pun sama nilainya. Jadi, secara keseluruhan dana kelurahan ada Rp 24,29 miliar,” ucapnya.

Untuk laporan tahap satu dan dua, dia menjelaskan, tidak ada batasan waktu. Akan tetapi, harus selesai di tahun ini juga dan pelaporan juga dilakukan setiap bulan.

“Enggak ada pembatasan-pembatasan, baik tahap satu ataupun tahap dua. Harus tahun ini, karena yang tahap dua juga sudah diterima. Jadi, kuncinya tinggal di pelaksanaannya saja,” tuturnya.

Sementara, apabila ada sisa dari dana kelurahan, dia belum mengetahui akan dikemanakan. “Nah, yang ini belum tahu deh. Apakah nantinya disetorkan kembali ke Pemerintah Pusat atau bagaimana. Tapi, bergantung dari kebijakan pusat,” katanya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here