Tagih Pembayaran Lahan Runway Bandara, Warga Geruduk PN Tangerang

TANGERANG, (KB).- Puluhan warga RW 15 dan 18 Desa Rawa Rengas, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Senin (11/3/2019).

Para pendemo tersebut mengatakan, sebagai warga terdampak pembebasan lahan pembangunan landasan pacu atau Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang.

Mereka menggeruduk PN Tangerang untuk segera menyelesaikan masalah penjualan melalui titipan (konsinyasi) pada lahan sengketa tersebut, untuk segera dibayarkan ganti kerugian bangunan.

Karena, berdasarkan informasi yang dihimpun PT Angkasa Pura II selaku tim pembebasan lahan, telah menitipkan uang ganti kerugian senilai Rp 430,35 miliar kepada PN Tangerang, karena berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2012 tentang Sistem Pembayaran Tanah Bersengketa.

Dalam unjuk rasa tersebut, lima orang warga bertemu dengan pihak pengadilan untuk mediasi. Hasilnya, pihak bersengketa wajib mengikuti keputusan perkara.

“Berdasarkan komunikasi dengan pihak pengadilan, pertama tugas pengadilan, adalah sebagai penerima titipan berdasarkan peraturan Mahkamah Agung. Kedua, tugasnya mengadili sengketa,” kata Sapri warga RW15 seusai mediasi dengan pihak pengadilan.

Ia menyampaikan, bahwa pihak pengadilan hanya bisa memberi keputusan berdasarkan perkara dan tidak memiliki kebijakan. Sementara, kebijakan berada di panitia dalam hal tersebut, pemerintah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN). “Kesimpulannya, kami harus lanjutkan kepada BPN Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Rawa Rengas Mukhlis mengungkapkan, 200 kepala keluarga (KK) yang menempati 200 bidang di RW15 dan 18 ini diklaim telah menduduki lahan orang lain.

“Adapun yang belum terbayar ini, karena mendapat pengakuan dari orang lain, bahwa ada tiga kelompok besar, yaitu Century, Mulyadi, dan Marin Konboy,” ucapnya.

Menurut dia, PT Angkasa Pura II selaku tim pembebasan lahan telah mengganti rugi seluruh warga terdampak pembebasan lahan pembangunan Runway 3 Bandara Soetta. Namun, karena 200 KK tersebut, mengalami sengketa, saat ini prosesnya berada di pengadilan.

“Jadi, kalau pihak AP II dalam hal ini sudah kelar. 90 persen sudah dibayar. Tapi, 10 persennya, yaitu kurang lebih 200 bidang belum terbayar, karena konsinyasi,” tuturnya. (DA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here