Tabligh Akbar di Alun-alun Pandeglang, UAS & Ribuan Jemaah ‎Doakan Korban Tsunami Selat Sunda‎

PANDEGLANG, (KB).-‎ Ustaz Abdul Somad (UAS) turut mendoakan para korban yang meninggal dunia akibat bencana tsunami Selat Sunda di Pandeglang masuk dalam golongan mati syahid. “Apa itu mati syahid? Yakni seseorang meninggal tidak mengalami siksa kubur, tidak mengalami hisab dan langsung masuk surga,” kata Ustaz Abdul Somad saat tablig akbar penggalangan dana infaq untuk korban tsunami di Alun-alun Pandeglang, Jumat (25/1/2019)‎ pukul 20.00 WIB.

Hadir pada acara tablig akbar tersebut mantan bupati Pandeglang dua periode, Achmad Dimyati Natakusumah, sejumlah politisi PKS, para ulama, kiai, santri dan tokoh masyarakat Pandeglang.

Kedatangan Ustaz Abdul Somad (UAS) ke Pandeglang memenuhi undangan Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita dalam rangka tablig akbar peringatan hari jadi ke-145 Kabupaten Pandeglang.

“Iya, kemarin saya diinginkan dengan pesan singkat berbunyi ‘Assalamualaikum Pak Ustaz, saya Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita. Mohon kiranya untuk hadir dalam takbir akbar di Pandeglang’. Awalnya saya tidak menyangka kalau yang mengirim pesan masuk ke telepon saya adalah bupati. Ternyata benar bupati Pandeglang. Saya jawab, Insya Allah saya datang ke Pandeglang. Saya terharu, tampaknya UAS di Pandeglang disambut lautan manusia mujahidin. Ini berkat para ulama, kiai yang terus mengundangkan ajaran Islam, dan saya sekarang menuai hasil perjuangan para ulama,” ujarnya.

UAS sebetulnya hanya orang yang mengutif hadis para sahabat untuk disampaikan ke umat, namun disangka sebagai ulama. Mungkin karena saya dekat dengan para ulama, abuya dan kiai, ujarnya.

Dalam paparan ceramahnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengajak umat tidak boleh suudzon terhadap para korban tsunami. Sebaliknya harus berprasangka baik.‎ Ia berpesan janganlah merasa takut dengan masalah, karena di dunia ini tempatnya masalah. Kalau mau hidup di dunia harus siap menghadapi masalah. Sebab di dunia ini ada dua yang tidak memiliki masalah, pertama orang gila dan kedua orang mati. Maka dari itu mari perbanyaklah zikir dengan membaca istigfar sebanyak 100 kali dalam sehari. Insya Allah kita masuk golongan para rasul, ulama dan kiai, ujarnya. (EM)* 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here