Syukuri Kemerdekaan dengan Berzikir

ALUNAN ayat-ayat suci yang dilantunkan ratusan warga Desa Ciparasi Kecamatan Sobang memenuhi langit alun-alun desa, dan menggema hingga keseluruh pelosok desa pada sebuah malam yang penuh khidmat. Di bawah pimpinan seorang pemuka agama, ratusan warga yang memenuhi alun-alun desa dengan khidmat melantunkan Ayat Suci Alquran, bertahlil disambung dengan pembacaan Surat Yasin mengagungkan Sang Khalik, sekaligus kepasrahan diri masyarakat pada Sang Maha Kuasa.

Zikir akbar yang digelar pada malam menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu, merupakan rangkaian dari beragam kegiatan desa sebagai wujud rasa syukur terhadap Illahi Robbi atas berkah kemerdekaan yang didapat negeri ini. Serta untuk mengenang jasa para pahlawan kemerdekaan yang telah gugur mempertahankan kedaulatan negeri ini.

Kepala Desa Ciparasi Fathurohman mengatakan, acara yang dinamai Ciparasi berzikir tersebut merupakan sebuah acara yang baru pertama kali dilaksanakan di desanya, dan akan menjadi salah satu agenda rutin tahunan desa. ”Saya merasa bahagia dan terharu dengan acara ini. Saya tidak menyangka antusiasme masyarakat begitu tinggi sehingga acara berjalan dengan baik. Insya Allah, kami akan menjadikan acara Ciparasi Berzikir ini menjadi agenda rutin tahunan,” kata Fathurohman kepada Kabar Banten, seusai acara zikir akbar.

Acara Ciparasi Berzikir, ujar Kades, merupakan wujud dari rasa syukur kami, serta bentuk rasa terima kasih kami yang tak terhingga terhadap jasa para pejuang yang telah berkorban jiwa dan raganya demi kemerdekaan bangsa ini. ”Acara yang kami beri tema ‘Bersama dari semua golongan untuk semua golongan’, dengan prinsip lembur akur masyarakat giat, desa kuat menuju Ciparasi Baldatul Toyibatun Warobun Gafur ini untuk menumbuhkembangkan rasa kebangsaan dan nasionalisme warga Desa Ciparasi,” ujarnya.

Dijelaskan, ide digelarnya acara Ciparasi Berzikir berawal dari rasa kekhawatiran lunturnya nilai-nilai nasionalisme dan penghargaan warga pada para pahlawan. Karena, memasuki awal Agustus atau menjelang peringatan HUT RI, sebagian besar warga belum memasang bendera sebagai bentuk penghormatan pada negara.

”Melihat kondisi masyarakat seperti itu, saya berpikir bagaimana caranya agar masyarakat desa ini bisa timbul rasa nasionalismenya dan bisa bersama-sama memperingati hari kemerdekaan bangsa ini dengan semarak dan meriah. Timbullah ide menggelar acara zikir yang di dalamnya merupakan acara ritual keagamaan yakni tahlillan, yasinan, marhabna dan juga pembacaan sejarah singkat kemerdekaan. Alhamdulillah cara tersebut berjalan dengan meriah dan sukses,” tuturnya. (Dini Hidayat)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here