Syafrudin Tuding Banjir Kiriman dari Kabupaten Serang, Pandji Soroti Aktivitas Perumahan

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin menuding banjir yang melanda beberapa wilayahnya merupakan kiriman dari Kabupaten Serang. Semenatra, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menyoroti aktivitas pengembang perumahan yang kurang memerhatikan lingkungan yang menimbulkan banjir.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, banjir yang terjadi Sabtu (1/2) merupakan banjir kiriman dari Kabupaten Serang. Sebab, di sejumlah titik banjir yang terjadi di Kota Serang dapat teratasi dan hanya tersisa genangan kecil.

“Sebenarnya dikepung banjir itu bukan karena kesalahan Kota Serang. Namun memang itu merupakan banjir kiriman dari Kabupaten Serang,” ujarnya, Selasa (4/2/2020).

Dia mencontohkan, banjir yang terjadi di Kecamatan Kasemen. Menurutnya, banjir tersebut bukan karena sungai yang terhambat atau tidak dapat menampung debit air yang tinggi. Namun, diakibatkan terjadinya banjir di Bojonegara, Kabupaten Serang.

“Di Kasemen itu tidak hujan lebat saja banjir. Ternyata itu karena terdorong oleh banjir di Bojonegara, lalu mengalir ke Tonjong, Teratih, lalu ke Kasemen,” ujarnya.

Begitu juga banjir yang terjadi di Walantaka, kata dia, sama halnya seperti banjir di Kecamatan Kasemen. Menurut Syafrudin, banjir tersebut kiriman dari wilayah Baros yang tanggulnya jebol.

“Jadi banjir di Walantaka itu karena tanggul yang ada di Baros jebol. Imbasnya kepada wilayah Walantaka yang ada di Kota Serang ini,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk titik langganan banjir yang ada di Kota Serang, saat ini sudah berkurang dan tidak separah kejadian sebelumnya.

“Titik-titik banjir yang ada di Kota Serang itu sudah tidak parah. Contohnya seperti yang berada di jalan protokol, lalu yang ada di Terondol, itu sudah teratasi dan sudah tidak terlalu parah,” tuturnya.

Mengenai upaya normalisasi Sungai Ciwaka yang diduga menjadi salah satu penyebab banjir di Walantaka, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Sebab, aliran sungai tersebut masuk dalam kewenangan pemprov, sehingga perlu adanya koordinasi.

“Sama seperti Kasemen pun merupakan kewenangan provinsi. Namun setelah kami berkoordinasi akhirnya Pemprov Banten membantu kami untuk melakukan normalisasi,” tuturnya.

Secara terpisah, Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, banjir merupakan fenomena alam yang bukan hanya menimpa Kabupaten Serang. Akan tetapi, terjadi di daerah lain seperti Bekasi, Bogor dan Jakarta.

“Itu kaitannya dengan anomali cuaca, dan curah hujan. Makanya upaya kami tidak melawan banjir, tapi meminimalisasi korban,” ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (4/2/2020).

Dalam menangani banjir ini, pihaknya sudah melakukan evakuasi terhadap masyarakat yang terkena genangan. Kemudian sudah menyiapkan dapur umum untuk kebutuhan konsumsi hingga pelayanan kesehatan.

“Yang paling utama kita selamatkan manusianya. Makanya kita evakuasi ke tempat yang lebih aman,” katanya.

Kedua, kata dia, untuk kawasan genangan pihaknya sudah mencoba membuat saluran pembuangan. Karena ada satu kawasan permukiman yang mirip gentong.

“Ada di dataran rendah kaya Bumi Ketos Regency (BKR), kemarin kita coba lihat ke sana kalau mau dipompa ke irigasi sekitar 700 meter jaraknya. Kalau kita dorong perlu kekuatan mesin pompa yang 10 PK,” ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya sudah memanggil pengembang perumahan tersebut. Pihaknya meminta agar pengembang membuat danau buatan yang mampu menampung sampai 250 ribu kubik air, mengingat lokasinya yang ada di bawah.

“Ini menjadi warning bagi perusahaan pengembang. Jangan sampai mereka buat perumahan hanya sekadar buat tapi tidak buat garansi keamanan dan kenyamanan bagi warganya. Sampai sekarang kan yang di bumi Ketos (BKR) pada protes kepada pengembang. Kelabakan jangan cari tanah sekadar murah dan mengiming-imingi dengan iklan palsu padahal fasilitas tidak seperti itu,” tuturnya.

Namun ketika sudah menjadi bencana seperti ini, kata dia, semua pihak harus bertanggung jawab. “Tapi paling tidak ini jadi pelajaran bagi kita,” katanya. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here