Syafrudin: Stadion Maulana Yusuf Tetap Harus Steril dari PKL

Syafrudin, Wali Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin angkat bicara menanggapi permintaan pedagang kaki lima (PKL) yang meminta kembali berjualan di kawasan Stadion Maulana Yusuf. Dengan tegas, dia mengatakan, kawasan stadion harus tetap steril dari PKL.

“Stadion tetap akan kami pergunakan untuk masyarakat berolah raga. Jadi, tidak ada PKL yang datang lagi ke stadion, harus steril dari pedagang,” katanya seusai menghadiri peluncuran layanan panggilan kedaruratan atau call center 112, di Halaman Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Senin (11/2/2019).

Ia menuturkan, eks Pasar Kepandean yang saat ini menjadi lokasi pindahan PKL dari Stadion Maulana Yusuf telah disiapkan dan sedang dilakukan pembangunan.

“Saya kira pedagang nikmati saja dulu. Kalau tiba-tiba mereka bilang di sana sepi enggak ada pembeli, kan belum dicoba. Masa sudah bilang begitu. Coba saja dulu, biarkan berjalan terlebih dahulu di sana,” ujarnya.

Jika memang ternyata tidak ada yang beli, tutur dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang tidak akan lepas tangan. Pihaknya akan mencarikan solusinya.

“Ini kan pedagang belum mencoba, belum berjalan. Pemkot juga tidak akan membiarkan pedagang begitu saja, kami tetap akan carikan solusinya. Jadi, tetap Stadion akan steril dari pedagang kaki lima,” ucapnya.

Jika memang terbukti di eks Pasar Kepandean masih sepi pengunjung, pihaknya akan melakukan upaya, agar menarik para pengunjung.

“Sekarang kan berbeda. Makanya, kami harap, PKL harus mencoba terlebih dahulu untuk berjualan di sana. Kalau sudah ada pedagang di sana, kami akan membuat event di sana untuk menarik para pengunjung,” katanya.

Ia meminta para pedagang dapat bekerja sama dan mendukung Pemkot Serang dalam upaya penataan tersebut.

“Seperti di Stadion itu kan tidak difasilitasi. Justru, di Kepandean kami siapkan, kami buatkan untuk mereka berjualan. Jadi, PKL itu harusnya nurut sama pemerintah dan harus mengerti. Ini kan kemauan bersama, kemauan masyarakat juga,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, langkah tersebut juga didukung oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang merekomendasikan, agar tempat olah raga tidak dijadikan lokasi berjualan.

“Itu sudah jelas atas rekomendasi BPK dan ini kalau tidak ditindaklanjuti hasilnya akan jelek nantinya kepada Pemerintah Kota Serang,” ucapnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here