Syafrudin Optimistis Tuntaskan Stunting

Syafrudin, Wali Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Wali Kota Serang Syafrudin menargetkan kasus stunting dan gizi buruk bisa diselesaikan di bawah kepemimpinannya sebagai kepala daerah. Terlebih, masa kepemimpinannya baru berjalan satu tahun.

“Insya Allah kalau target inginnya selesai. Bagaimana pun juga kami punya keinginan baik stunting maupun gizi buruk, dalam waktu kami bekerja sebagai wali kota ini mudah-mudahan selesai,” kata Syafrudin, Selasa (25/2/2020).

Ia mengakui, saat ini kasus stunting di Kota Serang masih ada. Hal itu tidak terlepas dari lingkungan yang bersih dan tingkat ekonomi masyarakat. Sehingga, secara tidak langsung bantuan jamban dari pemerintah pusat yang diserahkan Ibu Iriana Joko Widodo kepada masyarakatnya turut membantu dalam menekan angka stunting.

“Memang ada kaitannya stunting itu, terutama dimasalah kebersihan lingkungan kemudian juga warga masyarakat yang ekonominya rendah, di Kota Serang ini memang masih ada stunting,” ucapnya.

Meski demikian, bantuan 1.000 jamban untuk masyarakat Kota Serang dianggap masih sangat kurang, karena jumlah keluarga yang tidak memiliki jamban cukup banyak di Kota Serang. Hal itu akan menjadi salah satu prioritas bagi Pemkot Serang.

“Kalau program pemerintah ada banyak, terutama dari perkim, selain bantuan (1.000 jamban) ini juga, kita ada program pembuatan MCK dan air bersih baik Dinsos maupun Perkim,” tuturnya.

Baca Juga: Stunting di Kota Serang Meningkat

Ia juga berharap ada kesadaran dari masyarakat terkait pengadaan jamban keluarga di masing-masing rumahnya. Karena, ia menilai masyarakat bukan tidak mampu untuk membangun jamban. Tetapi, kesadaran akan lingkungan bersih yang masih kurang.

“Kalau saya lihat bukan masyarakatnya tidak mampu, masyarakatnya bisa bikin rumah kok, saya lihat juga kemarin rumahnya ada, MCK nya gak ada. Artinya kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan, masa membuat rumah bisa membuat MCK gak bisa,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, tingginya tingkat penderita stunting di Kota Serang tidak terlepas dari permasalahan lingkungan masyarakat, salah satunya tingkat kesadaran masyarakat terkait sanitasi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, penderita stunting di Kota Serang terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2018 penderita stunting berjumlah 2.543 atau 5,4 persen. Jumlah itu mengalami kenaikan pada tahun 2019 yang mencapai angka 2.556 atau 5,8 persen. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai angka 28 persen. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here