Syafrudin Minta Program Jumat Bersih Dihidupkan Lagi

Syafrudin, Wali Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Program Jumat Bersih (Jumsih) di 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang Syafrudin-Subadri Ushuludin berjalan efektif mengurangi penumpukan sampah. Oleh karena itu, para aparatur tingkat kecamatan hingga RT diminta untuk mengaktifkan kembali program tersebut.

“Jumsih itu harus diaktifkan lagi. Saya juga meminta kepada camat, lurah, dan seluruh OPD, supaya program ini (Jumsih) bisa dilakukan lagi setiap minggunya. Harus diadakan mulai hari ini (kemarin), agar Kota Serang menjadi bersih dan beradab,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Ia menjelaskan, program Jumsih Pemkot Serang yang diinisiasi dirinya dan Wakil Wali Kota Serang tersebut, tetap harus dilakukan kembali di tingkat bawah. Karena, program Jumsih tersebut, salah satu upaya untuk menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman, sehingga tidak ada lagi kesan kumuh dan jorok.

“Ya ini kan harus tetap jalan, walaupun Pemkot Serang sudah tidak adakan Jumsih lagi. Program itu kan sudah diserahkan ke kelurahan dan kecamatan, agar dilaksanakan. Kemudian, para OPD juga tetap harus melaksanakannya. Jangan seratus hari berhenti, program itu juga selesai,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat juga harus mendukung terhadap program Jumsih dan ikut menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing.

“Saya sudah meminta DLH Kota Serang untuk segera melakukan tindakan untuk mengangkut sampah liar yang ada di sejumlah titik di Kota Serang. Kemudian, kami juga tidak akan bosan untuk terus mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak membuang sampah seenaknya. Karena ini kan untuk kesehatan kami bersama, bukan hanya untuk saya dan pemerintah saja, tapi untuk semua,” ucapnya.

Terpisah, Lurah Sukawana Kecamatan Serang Baihaki menuturkan, penanganan sampah di wilayahnya selama ini belum maksimal. Selain belum memiliki tempat pembuangan sampah (TPS) permanen, minimnya kesadaran warga juga menjadi kendala dalam persoalan tersebut.

Pihaknya memiliki tiga motor pengangkut sampah hasil sumbangan dari kementerian dan Pemkot Serang, sedangkan untuk pembuangan sampah, pihaknya telah berkoordinasi dengan OPD terkait.

“Sementara ini, sampah-sampah dari warga diangkut dengan motor sampah. Tapi, memang belum semua yang bisa diangkut. Karena, para warga di sini merasa bisa mengendalikan sampahnya sendiri dengan cara dibakar. Jadi, mereka ini menangani penumpukan sampah dengan cara dibakar,” tuturnya.

Untuk memudahkan membuang sampah dan membangkitkan kesadaran, pihaknya akan berkoordinasi dengan DLH soal penempatan bak kontainer sampah atau tempat pembuangan sementara (TPS). “Tapi, memang kami belum melakukan koordinasi dengan DLH. Kalau untuk kontainer itu, kami harus berkoordinasi juga dengan RT maupun RW setempat,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pembuatan TPS permanen di Kelurahan Sukawana yang dipusatkan di Kampung Kubang Kemiri akan dianggarkan melalui anggaran tahun 2020 dari dana sarana dan prasarana. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here