Selasa, 16 Oktober 2018
Jajaran direksi PT Bank Pembangunan Daerah (Bank Banten) saat menggelar rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa yang dilaksanakan di salah satu hotel di Kota Serang. Tahun ini Bank Banten lakukan perubahan dewan komisaris dan direksi, Rabu (11/4/2018).*

Susunan Komisaris Bank Banten Dirombak

SERANG, (KB).- PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) merombak susunan komisaris pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPTS) dan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar di Kota Serang, Rabu (11/4/2018).

Pemegang saham menyetujui perubahan dewan komisaris dengan memasukkan Agus Ruswendi sebagai Komisaris Utama menggantikan Zulkarnain, dan memasukkan Titi Khoiriah sebagai Komisaris Independen menggantikan Agus Erhan. Sementara Ranta Soeharta dan Media Warman tetap sebagai komisaris.

Sementara, susunan Direksi tidak ada perubahan yakni Fahmi Bagus Mahesa sebagai Direktur Utama, Oliver Richard W. Mambu sebagai Wakil Direktur Utama. Sedangkan jajaran direktur adalah Bambang Mulyo Atmojo, Jaja Jaskasih dan Kemal Idris.

RUPST dan RUPSLB Bank Banten menyetujui dan mengesahkan laporan tahunan periode 2017 serta memutuskan untuk melakukan perubahan anggaran dasar serta mengangkat jajaran pengurus perseroan yang baru, dan akan efektif setelah mendapat persetujuan Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dengan adanya jajaran pengurus perseroan baru diharapkan dapat meningkatkan kinerja perseroan dalam mendorong pencapaian target bisnis dan merealisasikan rencana bisnis Bank Banten,” ujar Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Bagus Mahesa.

Bangun 10 KCP

Tahun ini, kata dia, Bank Banten menargetkan untuk membangun 10 kantor cabang pembantu (KCP) dan 4 kantor kas yang disebar ke beberapa daerah. Pendirian KCP dan kantor kas, kata dia, sebagai salah satu upaya untuk kedepannya membantu Bank Indonesia (BI) dalam hal operasional dan pelayanan uang layak edar di Banten. “Walaupun saat ini kami belum dilibatkan untuk melayani uang layak edar oleh BI, tetapi kami akan terus berupaya memperbaiki kekurangan yang ada,” ucapnya.

Menurut dia, sejumlah indikator kinerja keuangan Bank Banten menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Seperti pertumbuhan kredit yang diberikan meningkat sebesar 56,32 persen yoy dari Rp 3,27 triliun pada 2016, menjadi Rp 5,11 triliun pada tahun 2017.

Pertumbuhan kredit itu dihasilkan dari pengembangan bisnis baru yaitu kredit konsumer dan komersial. Pertumbuhan dana pihak ketiga pada tahun 2017, kata dia, juga meningkat menjadi Rp 5,55 triliun dari tahun 2016 yang hanya sebesar Rp 3,90 triliun. “DPK tahun ini ditargetkan Rp 7 triliun, kredit komersil tahun ini ditargetkan Rp 1,9 triliun,” katanya.

Selain itu, Fahmi menuturkan, tahun ini Bank Banten akan memfokuskan penyaluran kredit kepada sektor produktif. Sebab, dengan menyalurkan kredit produktif, diharapkan dapat menambah penyerapan anggaran pemerintah pada sektor riil, terutama infrastruktur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat khususnya di Banten. (TM)*


Sekilas Info

Ini Dia Pemenang Program Test Drive Suzuki All New Ertiga

JAKARTA, (KB).- Suzuki meluncurkan All New Ertiga generasi terbaru di Indonesia pada April 2018 yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *