Sabtu, 20 Oktober 2018

Surabaya Diteror Bom, Ini Pernyataan Sikap GKI Klasis Banten

SERANG, (KB).- Teror bom yang terjadi pada tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) mencederai kerukunan umat beragama di Indonesia.

Guna menenangkan umat beragama, GKI Klasis Banten & Ketua-1 MUSPIJA mengeluarkan pernyataan sikap.
Pernyataan tersebut diterima kabar-banten.com melalui whatsapp yang dikirm

Ketua Umum GKI Klasis Banten & Ketua-1 MUSPIJA (Musyawarah Pimpinan Gereja-gereja) Provinsi Banten), Pendeta Benny Halim. Selaku gereja dan umat Kristen, menyatakan sikap: Pertama, kami merasa sangat prihatin. Sebab, terjadi kembali aksi teror kemanusiaan di komunitas umat beragama.

Kedua, kami menyerukan dan mendesak agar pemerintah dan aparat keamanan untuk bersikap dan bertindak lebih proaktif lagi dalam mencegah maupun melawan aksi teror kemanusiaan yang dilakukan teroris.

Ketiga, kami mengajak setiap orang untuk tidak mengaitkan aksi teroris tersebut dengan kelompok agama tertentu. Karena tidak ada agama apa pun yang mengajarkan aksi teror.

Keempat, menyerukan agar sesama anak bangsa semakin meningkatkan persaudaraan di dalam menghadapi dan melawan aksi teroris.

Kelima, mendoakan agar Roh Tuhan memberikan kekuatan dan penghiburan bagi korban jiwa dan korban yang menderita luka. Bahkan menyatakan kasih Kristus untuk mengampuni pelaku yang bertobat.

Keenam, mengajak khalayak umum untuk tidak menyebarluaskan foto atau video aksi teror sebagai bentuk nyata bahwa kita tetap tenang dalam hidup.
Diketahui, aksi pengeboman terjadi di tiga gereja yang ada di Surabaya tadi pagi. Aksi teror tersebut menjadi perhatian dari media internasional. (SY)*


Sekilas Info

Langkah Alternatif Penguatan Modal, Dewan Dorong Kab/Kota Simpan Uang di Bank Banten

SERANG, (KB).- DPRD Provinsi Banten mendorong kabupaten/kota menyimpan uang di Bank Banten. Upaya tersebut, kata dia, …

2 comments

  1. Dengan harapan yang sangat dalam kepada pak Jokowi sebagai pemimpin tetinggi di Negara ini agar semakin meningkatkan perhatian atas kejadian2 teror di negeri ini, tak cukup dengan bicara tapi tindakan jauh lebih berarti. Mohon agar presiden mendorong para penegak hukum polri dan tni untuk bergerak mencegah sedini mungkin. Jgn hanya banyak bicara dan sibuk saat tragedi sudah terjadi tapi bagaimana bertindak mencega sebelum teroris malancarkan aksinya. Sudah terlalu hanyak aksi yg tdk berperi kemanusiaan dinegeri ini, jangan menunggu dengan santai bhw besok akak selesai sendiri. Tapi waktunya adalah sekarang deki menjaga keutuhan, keamanan dan masa depan bangsa. Jika tidak, maka bangsa ini akaj semakin berlarut dalam suasana yg tdk aman, dan bahkan mencekam.

  2. Youke Singal Mrs

    Sangat disayangkan terjadinya peristiwa pemboman 3 gereja yg mengakibatkan kematian n cidera fisik. Jelas pencidraan KUB. Terjadi dikala umat Islam mempersiapkan diri menyambut datangnya Ramadhan bulan suci utk berpuasa, mendekatkan diri kpd TYME. Patut juga diberi saran kpd seluruh masyarat, tokoh agama, tokoh masyarakat utk melakukan pembinaan umat yg Indonesia-isme, berjiwa Pancasila dlm koridor NKRI. Semua manusia menginginkan kehidupan yang aman, damai, rukun n bahagia, sekaligus ingin memiliki lingkungan masyarakat yg sejahtera. Marilah kita ciptakan bangsa ini tempat yabg bebas dari teroris. . Lakukan sdr… tunjukkan niat baik bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *