Sungai Cilangkahan Diduga Tercemar

LEBAK, (KB).- Sejumlah warga mengeluhkan kondisi air Sungai Cilangkahan yang berada di perbatasan Desa Cilangkahan Pagelaran, Kecamatan Malingping. Sebab, kondisi air sungai yang dibutuhkan warga tersebut saat ini diduga sudah tercemar oleh limbah pabrik tepung.

Menurut informasi, belakangan ini sejumlah warga yang biasa memanfaatkan air Sungai Cilangkahan tidak lagi berani memanfaatkan untuk kepentingan mandi cuci kakus (MCK). Alasannya, kondisi warna air kini sudah berubah menjadi hitam pekat. Warga yang menggunakan air sungai itu juga terkadang merasakan gatal.

”Sudah beberapa pekan terakhir, warga sudah tak berani memanfaatkan air di sungai untuk MCK, karena warnanya hitam. Padahal, biasanya air sungai jernih tidak hitam seperti itu,” kata salah seorang warga, Suhendri, Senin (12/8/2019).

Menurut dia, kondisi air hitam seperti itu terjadi sejak adanya aktivitas pabrik tepung di wilayah tersebut. Warga menduga kondisi air sungai berubah menjadi hitam dan terkadang membuat gatal warga yang menggunakan air itu terjadi akibat air sungai tercemar limbah pabrik.

“Sejak pabrik pengolahan tepung beroperasi, warna air sungai berubah kehitam-hitaman, bahkan warga yang menggunakan air sungai selalu merasa gatal,” ujarnya.

Pada musim kemarau warga di wilayah tersebut sangat mengandalkan air sungai untuk kebutuhan MCK. Namun, karena kondisi sungai seperti itu, maka meski membutuhkan air, warga tak berani menggunakan air sungai tersebut.

”Pernah ada warga yang biasa menambatkan alat tangkap jaring mencari udang mengeluhkan gatal-gatal, lalu warga di dua desa tersebut tak berani lagi memanfaatkan airnya,” katanya.

Segera tindak lanjuti

Salah seorang tokoh pemuda Malingping Yayat mengatakan, dinas terkait baik di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten agar segera turun tangan.

”Terutama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan apakah sungai tersebut tercemar atau tidak,” ujarnya.

Jika setelah dilakukan pengujian, lanjut Yayat, sungai tersebut tercemar, pemerintah agar tidak segan-segan memberikan sanksi yang tegas terhadap siapapun pelaku pencemaran sungai itu.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Kecamatan Malingping Usup Supriadi mengatakan, pihaknya segera turun tangan melakukan pengecekan.

“Kalau memang ditemukan ada limbah yang dibuang ke sungai tersebut, kami akan segera berkoordinasi dengan pihak berkompeten di Pemkab Lebak,” katanya. (DH)*

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan ke bars Batal balasan

Please enter your comment!
Please enter your name here