Sukseskan Program KKBPK, BKKBN Lakukan Rotasi dan Mutasi Pejabat

JAKARTA, (KB).- Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) melantik sebanyak 33 (tiga puluh tiga) orang pejabat di lingkungan BKKBN yang terdiri dari 13 Pejabat Administrator Perwakilan BKKBN Provinsi dan 20 Pejabat Pengawas BKKBN Pusat, di Ballroom BKKBN, Jakarta, Senin (09/9/2019).

Hadir dalam kegiatan tersebut Inspektur Utama BKKBN, Sekretaris Utama BKKBN, Pejabat Tinggi Pratama BKKBN, Pejabat Tinggi Madya BKKBN, Para Pejabat Administrator dan Fungsional BKKBN.

Dalam siaran pers BKKBN, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa rotasi dan mutasi pejabat administrator dan pengawas tersebut merupakan kepentingan organisasi, bukan sekedar penempatan figur-figur tertentu.

Hal tersebut sesuai dengan fungsi administrasi yang menjadi prioritas utama dalam pencapaian kinerja organisasi dan fungsi pengawasan sebagai kontrol jalannya kinerja agar sesuai dengan arah dan target.

“Peran penting pejabat administrator dan pengawas harus dibangun secara utuh, komprehensif dan sinergis dalam skala besar, sehingga Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Hasto.

Ia mengatakan, pejabat yang dilantik harus bisa bersama mencermati, membimbing, memberikan arahan dan kepercayaan, bisa mengelola dan tidak mengeluh.

“Menjadi pejabat identik menjadi pelayan, semakin tinggi jabatan, semakin tinggi penderitaan. Jika kita sebagai pejabat tidak menderita, maka kita tidak layak menjadi pejabat karena sebagai pejabat, kita memiliki beban tugas yang luar biasa,” ujarnya.

Hasto berharap pejabat dilantik bisa menjaga amanah, meningkatkan etos kerja dan mewujudkan target 100 hari pemenuhan perjanjian kerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam rangka mensukseskan Program KKBPK.

“Sebagai petugas dan pejabat, sekecil apapun itu adalah pemimpin serta dituntut untuk melakukan pengorbanan. Kita harus membuat grup agar bisa mengetahui perkembangan target program pada 100 hari kerja, ujar Hasto. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here