Sukses dengan Kerja dan Doa

Ketua Umum MUI Banten Dr. H.A. M. Romly

Dr. H. AM Romly

Setiap orang pasti ingin sukses atau berhasil dalam kehidupannya. Misalnya, ia ingin sukses dalam tugas, ia ingin sukses dalam karier, ia ingin sukses dalam perniagaan dan lain sebagainya. Ia ingin sukses dalam tugas, artinya tugas yang diembannya dapat dilaksanakan dengan baik dan mencapai hasil sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

Ia ingin sukses dalam karier, artinya kariernya terus meningkat. Ia ingin sukses dalam perniagaan, artinya perniagaannya selalu beruntung. Untuk mencapai keberhasilan dalam segala hal, Islam telah memberi tuntunan kepada kita, yakni dengan kerja dan doa.

Bekerja dan tekun

Untuk mencapai keberhasilan, kita harus berusaha dan berdoa. Artinya, kita harus melakukan ikhtiar dan berdaya upaya dengan segenap kemampuan kita. Pendek kata, kita harus bekerja keras dan sungguh-sungguh. Allah sendiri memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar menyeru kita untuk bekerja, dan memberitahukan bahwa beliau pun tidak bertopang dagu berpangku tangan, melainkan bekerja pula.

Allah berfirman: “Katakanlah (Ya Muhammad): ‘Wahai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku bekerja (pula), maka kelak kalian akan mengetahui’.” (Q.S. Az-Zumar: 39).

Setiap orang memiliki bakat dan kemampuan masing-masing, dan setiap orang juga memiliki garapan pekerjaannya sendiri sesuai dengan bakat dan pilihan hidupnya. Oleh karena itu, pekerjaan bermacam ragam, karena setiap orang mempunyai cara tertentu dalam mencari nafkah.

Allah berfirman: “Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda.” (Q.S.Al Lail: 4). Demikianlah Allah mengatur kehidupan manusia sebagaimana firman-Nya dalam Alquran: ”.…Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia…”. (Q.S. Az Zukhruf: 32).

Apapun bakat dan kemampuan kita, apapun bidang garapan dan profesi, kita hendaknya dapat bekerja keras dan tekun serta sungguh-sungguh. Rasulullah SAW bersabda: ’Sungguh Allah senang jika salah satu di antara kamu melakukan suatu pekerjaan dengan sungguh-sungguh’ (HR Ath-Thabrani dari ‘Aisyah r.a.).

Dengan demikian, kesungguhan dalam bekerja sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan. Lebih-lebih apapun yang kita lakukan pasti ada dalam penilaian dan penghargaan Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin.

Oleh karena itu, kita harus terus menyadari, bahwa pekerjaan dan usaha kita selalu dalam pengawasan. Allah berfirman: “Dan katakanlah (ya Muhammad) ‘bekerjalah kalian, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu…’.” (Q.S. At-Taubah: 105).

Berdoa dengan khusyu’ dan tawadhu’

Selain berusaha atau bekerja, untuk mencapai keberhasilan atau sukses, kita pun hendaknya selalu berdoa. Berdoa adalah upaya rohani memanjatkan puji dan sanjung puja serta menyampaikan permohonan kepada Allah SWT. Sebab Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa dan tempat bergantung segala harapan dan keinginan. Oleh karena itu, doa hanya dipanjatkan kepada Allah semata, bukan kepada yang lainnya.

Allah sangat senang kepada hamba yang memanjatkan doa kepada-Nya, sehingga menjanjikan akan mengabulkannya. Allah berfirman: “Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu…”(Q.S.Al-Baqarah: 186).

Doa adalah kewajiban bagi hamba. Orang yang berdoa akan memperoleh ganjaran pahala dan orang sombong yang tidak mau berdoa akan mendapat balasan siksa dari Allah SWT. Allah berfirman:”……….berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu (tidak berdoa kepadaKu), akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Al Mu’min: 60).

Sejalan dengan firman Allah SWT, Rasulullah SAW bersabda: “Wahai hamba Allah, hendaknya kalian memanjatkan doa kepada-Nya (HR Ahmad dan Thabrani dari Muadz r.a.). Selanjutnya Rasulullah SAW memberi tuntunan kepada kita, dengan sabdanya: ”Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Allah, hendaklah ia memanjatkan doa kepada-Nya setiap selesai menunaikan salat fardhu.” (HR Ibn ‘Asakir dari Abu Musa r.a.).

Selain dari itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan bagaimana seharusnya sikap kita dalam memanjatkan doa kepada Allah, dengan sabdanya: ”Berdoalah kepada Allah dan kalian hendaknya yakin sepenuh hati bahwa doa kalian akan dikabulkan. Ketahuilah, sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan doa seseorang yang hatinya lalai dan penuh keraguan.” (HR Tirmidzi dan Hakim dari Abu Hurairah r.a.).

Demikianlah, Islam mengajarkan bahwa untuk mencapai keberhasilan atau kesuksesan itu harus memadukan dua faktor penting dalam kehidupan manusia, yakni kerja dan doa. Dengan demikian, jika kehidupan kita sukses, maka kesuksesan tidak akan membawa kita kepada sikap jumawa. Kesuksesan kita akan membawa kepada kemaslahatan dan kemajuan dalam kehidupan serta akan memperoleh barokah Allah SWT. (Penulis, Ketua Umum MUI Provinsi Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here