Sudah 4 Kali Lelang, 7 Jabatan di Pemprov Banten Diisi Eksternal

SERANG, (KB).- Selama kepemimpinan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, sudah empat kali pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dilakukan melalui open bidding atau lelang jabatan. Dari lelang jabatan yang telah dilakukan tersebut, sudah 14 posisi terisi dan 7 posisi strategis di isi pejabat dari eksternal.

Berdasarkan catatan Kabar Banten, pengisian jabatan eselon II di era kepemimpinan Wahdiin Halim dan Andika Hazrumy sudah empat kali dilakukan melalui lelang jabatan atau open bidding, termasuk untuk posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Banten.

Dari lelang jabatan pertama, terdapat lima pejabat yang dilantik dari hasil lelang jabatan. Kelima pejabat itu adalah M. Yusuf sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Komarudin sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Ade Ariyanto Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Gunawan Rusminto Kepala Biro Pemerintahan, dan Nana Suryana Kepala Biro Bina Infastruktur dan Sumber Daya Alam.

Dari lima pejabat tersebut, dua di antaranya merupakan pejabat dari luar atau eksternal yakni M. Yusuf yang sebelumnya bertugas di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Komarudin yang sebelumnya bertugas di lingkungan Pemkab Tangerang.

Pada lelang jabatan kedua, lelang jabatan kembali dilakukan untuk lima posisi. Dari hasil lelang jabatan itu, lima pejabat dilantik yakni Muhtarom yang dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten, Tabrani dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Banten, Kepala Dishub Banten, Tri Nurtopo, Kepala Biro Administrasi Rumah Tangga Pimpinan (ARTP) Banten, Beni Ismail dan Kepala Biro Umum Banten, Muhamad Syaukani.

Dari lima pejabat yang dilantik itu, dua di antaranya berasal dari Tangernag yakni Muktarom yang sebelumnya menjabat Asda II Pemkot Tangerang, dan Tabrani yang sebelumnya menjabat Kadis Kominfo Pemkot Tangerang.

Setelah dua kali membuka open bidding pejabat setingkat eselon II, Pemprov Banten melakukan lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda). Posisi strategis tersebut, diisi pejabat luar yang sebelumnya menjabat Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Almuktabar.

Terakhir, lelang jabatan dilakukan terhadap empat posisi setingkat eselon II yang pelantikannya dilakukan belum lama ini. Dari empat jabatan yang dilelang, hanya tiga yang dilantik yakni Rina Dewiyanti sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Pramudji Hastuti sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), dan Danang Hamsah Nugroho sebagai Direktur Utama RSUD Banten.

Dari tiga pejabat yang dilantik, dua di antaanya berasal dari luar yakni Rina Dewiyanti yang sebelumnya menjabat Kepala BPKAD Kabupaten Lebak, dan Ati Pramudji Hastuti yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Perpusda) Pemkot Tangerang.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, tidak ada praktik kolusi dan nepotisme dalam proses lelang jabatan maupun pengisian jabatan di seluruh Organisai Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Banten. Seluruh proses pengisian jabatan, kata dia, selalu dikonsultasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai prosedur.

“Saya pastikan tidak ada nepotisme. Yang kosong-kosong kaya BPBD, DPMD, Dindikbud semuanya lelang. Semuanya boleh ikut, termasuk dari swasta juga, prosefional boleh ikut lelang yang berkeadilan. Dan siapa nilai yang tertinggi itu yang saya lantik,” ujar Wahidin Halim, Jumat (4/10/2019), ketika dimintai tanggapan pengisian jabatan di Pemprov Banten yang menuai sorotan.

Buka pendaftaran

Sementara itu, Pemprov Banten kembali membuka pendaftaran lelang jabatan setara eselon II di pemprov. Selain dengan lelang jabatan, pengisian jabatan juga dilakukan dengan cara mutasi seperti yang sudah dilakukan untuk pengisian Asda II. “Kita open bidding (lelang jabatan), sudah diumumkan,” ujarnya.

Menurut Kepala BKD Banten Komarudin, sampai kemarin masih ada puluhan jabatan di lingkungan Pemprov Banten yang kosong. “Untuk eselon III ada 22 orang, eselon IV yang pensiun itu untuk di OPD saja ada 22, ditambah eselon IV yang ada di cabang dinas, bisa sampai 40 orang. Eselon II itu ada lima,” kata Komarudin akhir pekan kemarin.

Kekosongan jabatan tersebut salah satunya disebabkan pejabat yang mendudukinya telah memasuki masa pensiun. Meskidemikian, ia memastikan proses pengisian jabatan saat ini sudah berjalan baik untuk eselon II, III, dan IV. “Sudah berjalan. Pengisian eselon tiga dan empat Insya Allah bisa secepatnya dan kita juga sudah siap. Untuk yang lelang jabatan juga sudah berajalan, ini pendaftaran sampai 13 Oktober mendatang,” katanya.

Untuk jabatan yang sedang dilelang pemprov yaitu Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here