Jumat, 14 Desember 2018

Subadri tak Sepakat Masjid Raya di Alun-alun

SERANG, (KB).- Wakil Wali Kota Serang Terpilih Periode 2018-2023, Subadri Ushuludin mendukung rencana pembangunan Masjid Raya Kota Serang. Namun, dia tidak sepakat jika masjid tersebut berlokasi di alun-alun. “Maaf, saya setuju, karena Muslim dan saya pun mesti dukung kalau pembangunan masjidnya. Tapi, bukan di alun-alun,” katanya, Selasa (4/9/2018).

Menurut dia, masjid raya tersebut bisa dibangun di Kawasan Pemkab Serang dengan catatan setelah pusat pemerintahan pemkab sudah pindah. “Setelah itu lokasi yang sebelumnya Gedung DPRD dan Setda Kabupaten Serang sampai jalan alternatif dibangun sebuah masjid yang megah,” kata mantan Ketua DPRD Kota Serang tersebut.

Selain itu, menurut dia, keberadaan Masjid Ats-Tsauroh juga harus diperhatikan. Jika Ats-Tsauroh dianggap belum sesuai, menurut dia, lebih baik pemkot memperbaiki masjid tersebut terlebih dahulu. Ia mempertanyakan tahapan yang sudah dilakukan untuk membangun Masjid Raya Kota Serang, terutama detail engineering design (DED). Jika pembangunan tersebut, menggunakan APBD, ujar dia, tidak bisa secara tiba-tiba dilakukan peletakan batu pertama tanpa adanya DED terlebih dahulu.

“Sekarang saya tanya, kalau tanggal 5 besok peletakan batu pertama landasannya apa? Di situ anggarannya Rp 30 miliar rinciannya apa? Toh DED-nya juga belum ada. Ini kami mau bangun masjid, bukan musala. Rp 30 miliar cukup apa? Kalau semua tahapannya sudah dilalui, jangankan Rp 30 miliar, 300 lipatnya pun saya setuju, asal tahapannya dulu,” ucapnya.

Menurut dia, Pemkot Serang harus terlebih dulu membentuk tim pembangunan. Kemudian, tanah yang akan digunakan dihibahkan ke tim tersebut. Tentunya dengan perencanaan yang matang beserta rencana pembiayaannya. “Enggak ujuk-ujuk langsung peletakan batu pertama. Kalau enggak, konsen saja dulu di masjid pemkot yang sudah 11 tahun gitu-gitu saja,” tuturnya.

Menurut dia, pembangunan masjid tersebut perlu dilandasi dengan kebersamaan. “Islam itu harus satu, kami ini saudara semuanya. Entah itu ustaz entah itu kiai, Muslim semua. Kalau nanti di alun-alun ada masjid raya gimana nasib Ats-Tsauroh,” katanya.

Sebelumnya, Tokoh Masyarakat, H Embay Mulya Syarif menyarankan, agar pemkot membenahi Masjid Agung Ats-Tsauroh yang lokasinya tak jauh dari alun-alun. “Buat apa di tempat berdekatan ada dua masjid besar. Padahal, di Masjid Ats-Tsauroh kan tinggal dipercantik saja dari pada harus membangun masjid di alun-alun. Lahannya kan masih banyak yang bisa dimanfaatkan dan dibenahi di sana (Ats-Tsauroh),” ujarnya, Senin (3/9/2018). (Masykur/RI)*


Sekilas Info

Pemuda Karang Taruna Lopang Indah Senang Ikut Senabung

Pemuda Karang Taruna Taman Lopang Indah yang terdiri dari Gelar, Azmi, Andre dan Rian, Jum’at …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *