Subadri Ingin Kawasan Stadion Jadi Sport Center

Wakil Wali Kota Serang, Subadri saat meninjau kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang.*

SERANG, (KB).- Wakil Wali Kota Serang, Subadri Ushuludin meninjau Kawasan Stadion Maulana Yusuf Ciceri, Kota Serang, Selasa (18/12/2018). Kawasan tersebut, akan dikembalikan fungsinya sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan pusat kegiatan olah raga. “Untuk sementara di sini (stadion) dibersihkan dulu. Sebelum kami tata, syukur-syukur ke depan bisa jadi sport center mini lah, khusus olah raga di sini,” katanya kepada wartawan.

Pantauan di lokasi, dia didampingi Asda I Kota Serang, Nanang Saefudin, Pelaksana tugas (Plt) Kadisparpora, Heri Hadi, dan Kasatpol PP, Maman Lutfi, serta beberapa pegawai Pemkot Serang lainnya berjalan kaki mengelilingi kawasan stadion. Ia sempat berbincang dengan warga dan para pedagang di lokasi tersebut. “Inti tindak lanjut dari rapat forkopimda, kami bersepakat untuk mengembalikan fungsi stadion ini ke semula, yaitu sebagai sarana olah raga dan fungsi RTH,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini fungsi stadion sebagai RTH dan olah raga terganggu akibat banyaknya warung-warung. Ia menargetkan, sebelum Tahun Baru 2019 kawasan stadion sudah bersih dari PKL tersebut. “Sesuai yang diketahui oleh teman-teman semuanya, bahwa di kawasan stadion ini sudah beralih fungsi. Awalnya pusat jogging track kalau pagi, sekarang sudah terganggu dengan adanya warung-warung,” ucapnya.

Ia berharap, setelah adanya sosialisasi tersebut, para pedagang berinisiatif, untuk melakukan pembongkaran sendiri. “Kalau bisa membongkar sendiri-sendiri, sebelum nanti kami bongkar dalam rangka mengembalikan ke fungsi semula,” tuturnya.

Saat berbincang dengan pedagang, mantan Ketua DPRD Kota Serang tersebut mendapati, bahwa pedagang menyewa tempat yang sudah disediakan oleh seseorang. Ia memastikan, tidak ada retribusi yang masuk ke Pemkot Serang. “Untuk sementara ini, tidak ada yang ada kaitannya dengan pegawai Kota Serang. Wallahualam nanti, saya tidak bisa nutup (kemungkinan),” katanya.

Namun, jika di kemudian hari diketahui ada keterlibatan oknum dari pegawai Pemkot Serang, dia memastikan, akan memberikan sanksi. “Saya paling enggak mau dengar itu (ada oknum). Tapi, kalau ada biar urusannya pak wali dengan saya,” ujarnya.

Seorang pedagang di lokasi tersebut, Nurul Sekar mengatakan, sudah membayar sewa kepada seseorang sebesar Rp 5 juta per tahun untuk satu kios rangka baja. Namun, beberapa kios lainnya disewakan dengan harga berbeda. “Ini Rp 5 juta, yang sana Rp 6 juta,” ucapnya. (Masykur/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here