Stok Trombosit A dan AB di PMI Kabupaten Serang Kosong

SERANG, (KB).- Ketersediaan darah trombosit A dan AB di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Serang kosong. Saat ini, hanya tersedia trombosit untuk golongan darah B dan O.

“Stok trombosit sekarang ini hanya ada golongan O dan B saja. Untuk masa kedaluwarsa trombosit itu jangkanya lima hari. Tapi untuk saat ini persediaan masih aman,” ujar Teknisi Laboratorium UTD PMI Kabupaten Serang Lia Solehatunnisa, Rabu (6/2/2019).

Ia menjelaskan, persediaan darah trombosit di PMI memang tidak terlalu banyak. Hal itu karena permintaan trombosit tersebut tidak sebanyak permintaan darah merah pada umumnya.

Kasus penularan penyakit deman berdarah dengue (DBD) yang terjadi di berbagai daerah membuat UTD PMI Kabupaten Serang meningkatkan frekuensi persediaan darah trombosit.

Darah trombosit diproses setiap satu minggu sekali dan hanya sesuai dengan permintaan dari rumah sakit yang memiliki pasien kekurangan trombosit.

“Jarang kalau trombosit, soalnya permintaannya juga jarang. Tapi kalau saat ini memang dua sampai tiga hari sekali kami buat, karena memang di musim penghujan dan ada penularan DBD. Jadi kami stok,” katanya. Ia mengatakan, persediaan trombosit tidak banyak karena masa kedaluwarsa yang singkat.

“Paling banyak itu kami buat hanya sepuluh kantong aja. Bergantung dari permintaan juga, seperti saat ini setiap hari pasti ada aja yang minta. Soalnya masa kedaluwarsanya sangat singkat, jadi engga bikin banyak juga,” ujarnya.
Sementara untuk persediaan darah merah masih aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit.

“Stok darah merah hingga saat ini masih aman, stoknya mencukupi. Stok darah yang paling banyak golongan darah B dan O, sedangkan golongan darah AB termasuk jarang. Kalau golongan darah A masih standar,” ucapnya.

Ia mengatakan, permintaan yang paling banyak adalah golongan darah O. “Paling banyak permintaan itu golongan darah O. Tapi permintaan dengan pendonor itu seimbang. Jadi stoknya selalu ada,” tuturnya.

Dalam satu hari, biasanya UTD PMI Kabupaten Serang memenuhi kebutuhan darah pasien sebanyak 30 orang. “Itu juga bergantung dari kebutuhan pasien. Satu pasien itu bisa menghabiskan dua hingga tiga kantong darah. jadi memang disesuaikan dengan permintaan,” katanya.

Saat ini, baru UTD PMI Kabupaten Serang yang memiliki persediaan darah untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit yang ada di Kota Serang. Bahkan beberapa rumah sakit di Cilegon, Pandeglang dan Rangkasbitung, masih mengandalkan PMI Kabupaten Serang apabila kehabisan stok.

“Saat ini PMI Kabupaten Serang yang memenuhi kebutuhan darah di seluruh rumah sakit yang ada di Kota Serang. Namun beberapa rumah sakit, seperti Cilegon, Pandeglang dan Rangkas juga meminta darah dari sini,” tuturnya. Sedangkan untuk PMI Kota Serang, saat ini belum memiliki persediaan darah. “PMI Kota Serang, itu untuk PMI siaga bencana, jadi belum menyiapkan stok darah,” ujarnya. (Rizki Putri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here