Stok Darah Menipis, PMI Siapkan Layanan Antar Jemput Pendonor

Wabah Virus Corona yang masuk ke Indonesia menyebabkan stok darah yang dimiliki Palang Merah Indonesia (PMI) di sejumlah daerah menipis. Seperti yang terjadi pada PMI Kabupaten Tangerang.

Kepala Seksi Perekrutan dan Pelestarian Donor Darah Sukarela (P2DDS) PMI Kabupaten Tangerang, Riva Giantara mengatakan, menipisnya stok darah tersebut dikarenakan, banyak masyarakat yang takut untuk melakukan aksi sosial itu ditengah wabah Corona.

“Masyarakat takut, kalau nanti donor darah, mereka malah tertular atau terpapar Virus Corona. Padahal, kami pastikan kalau donor darah itu aman dan tidak tertular Corona,” katanya.

Hal itu dipastikannya karena PMI mempunyai protokol tersendiri dalam proses pengambilan daerah tersebut. Mulai dari melakukan pengecekan suhu, tracking perjalanan hingga, melakukan proses jemput bola.

“Donor darah itu aman, kita punya protokol kesehatan. Untuk layanan jemput bola biasanya para pendonor kumpul disatu titik. Nanti kami jemput dan dibawa ke kantor PMI Kabupaten Tangerang untuk di cek dan diambil darahnya,” tandasnya.

Hal serupa juga dilakukan PMI Kota Tangerang. Untuk mengejar ketersediaan stok darah, PMI setempat melakukan jemput bola kepada masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya. Dengan menggunakan bus, PMI mendatangi ke rumah-rumah warga yang sudah mengajukan kesediaan mendonorkan darahnya.

“Ini program untuk mempermudah masyarakat yang ingin mendonorkan darahnya dalam keadaan Physical Distancing, dengan cara seperti ini, masyarakat tidak perlu takut untuk donor darah dan juga dapat memenuhi stok darah,” ujar kepala Unit Donor Darah PMI Kota Tangerang David H Sidabutar.

Program ini terus diberlakukan selama masa Physical Distancing. Namun tidak menutup kemungkinan, akan terus dilakukan selama masa Work From Home diberlakukan karena dianggap berdampak positif bagi persediaan darah.

“Jadi masyarakat tidak perlu bingung atau malas datang ke PMI Kota Tangerang dengan adanya kebijakan dari pemerintah tentang Work From Home, karena dengan jumlah 8-20 calon donor, kami akan mendatangi ke rumah – rumah,” kata David.

Ketentuannya, selain jumlah calon pendonor minimal 8 sampai 20 orang, kemudian mereka juga berasal dari komunitas, warga, remaja masjid, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, sampai instansi pemerintahaan.

Sementara, langkah ini dinilai ampuh untuk memenuhi stok darah PMI Kota Tangerang. Namun, permintaan stok darah justru semakin meningkat, bahkan dari luar Provinsi Banten.

“Sejauh ini, permintaan darah sudah mencapai lebih dari 10.000 kantong sejak awal maret. Padahal, hingga akhir 2019 lalu, permintaan darah masih di angka maksimal permintaan darah sebanyak 10.000 kantong per bulannya,” kata Kepala Bidang Laboratorium PMI Kota Tangerang, Fajar Nugroho.

Kini, dengan program door to door, PMI Kota Tangerang bisa mendapatkan seratus kantong darah perharinya.

“Alhamdulillah, per hari bisa 100 kantong darah yang didapatkan. Jadi, satu bulan bisa mencapai 3000 kantong darah, ini bisa membantu kita untuk cover kekurangan stok darah kita pada kondisi saat ini,” ujar Fajar.

PMI Kota Tangerang sendiri menargetkan sebanyak 20.000 kantong darah untuk persiapan Bulan Suci Ramadhan dan Pasca Idul Fitri di 2020.

Hal ini dilakukan untuk menjamin ketersediaan stok darah untuk pasien-pasien yang ada di rumah sakit, terutama pada pasien penderita covid19, thalasemia, DBD dan yang lainnya saat membutuhkan Transfusi darah. (Dewi Agustini)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here