Senin, 18 Februari 2019

STKIP Pelita Pratama Wisuda 275 Mahasiswa

SERANG, (KB).- Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Pelita Pratama menyelenggarakan wisuda II kepada 271 mahasiswa, di salah satu hotel di Kota Cilegon, Sabtu (24/11/2018). Ketua STKIP Pelita Harapan Puput Puspitorini mengatakan, sebagai institusi pendidikan yang melahirkan pendidik, pihaknya berkomitmen mencetak lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Hakikinya guru adalah pembelajar, jadi terus belajar untuk memberikan yang terbaik bagi siswanya. Jadi selain skill, mental pembelajar juga harus disiapkan. Apalagi ditengah tantangan yang muncul saat ini, seperti perkembangan teknologi dan informasi serta gawai,” katanya.

Secara umum, kata dia, pendidik di Banten dituntut untuk terus berinovasi agar beradaptasi dengan perkembangan zaman yang sudah masuk era digital. Persaingan sumber daya manusia (SDM) kini semakin ketat, karena Indonesia sudah masuk dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

STKIP Pelita Pratama sendiri, lanjut dia, telah berusaha melahirkan lulusan yang kompeten di era digital. Selama masa perkuliahan para wisudawan telah dikenalkan dengan absensi yang cukup menggunakan telepon seluler. Kemudian, mereka juga menuntut para mahasiswa untuk memliki kecakapan dalam berbahasa Inggris.

“Seperti handphone, dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran. Selain itu, kita perlu dorong juga muatan lokal yang lebih mempersiapkan para mahasiswa, dalam menghadapi pergaulan internasional, seperti bahasa Inggris,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut, artis sekaligus pemilik Yayasan Sekolah Kandang Jurang Doang, Dik Doank. Ia menuturkan, pendidik merupakan profesi yang mulia. Pendidik dituntut mempersiapkan mentalitas yang lebih baik, agar mampu menghadapi tantangan saat berhadapan dengan peserta didik.

“Tapi jangan khawatir, jangan merasa keluarga dan anak-anak sendiri ditelantarkan. Karena dengan menjaga dan mendidik anak orang lain di sekolah, maka Allah yang akan menjaga keluarga kita,” tuturnya.

Pria bernama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denda Kusuma ini menuturkan, tantangan yang tidak boleh dilupakan yaitu perkembangan zaman kian pesat yang menuntut pendidikan untuk inovatif dan komitmen dalam mendidik.

“Jangan hanya main di kelas, main lah kemana saja. Perbanyaklah silaturahim. Seorang guru sebenarnya adalah murid juga, jadi harus terus belajar, jangan cepat puas. Guru harus multi talenta, bisa menyanyi, menggambar dan segalanya,” ujarnya.

Senada dikatakan Perwakilan dari Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia, Damani Ahmad. Kata dia, wisudawan STKIP Pratama harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Jutaan pekerjaan akan hilang. Bahkan sekarang, Universitas semakin banyak menerima mahasiswa. Namun sedikit yang datang ke kampus, karena sudah menggunakan pembelajaran digital. Sebab itu, diharapkan dapat inovatif dan adaptif,” katanya.

Perlu diketahui, dalam kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Perwakilan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Suherman. (SN)*


Sekilas Info

Beredar, Kandidat Rektor Untirta

SERANG, (KB).- Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sholeh Hidayat akan segera mengakhiri masa jabatannya. …

One comment

  1. Saya ingin dapat S1 bisa dibantu pak/ibu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *