Stakeholder Pariwisata Banten Apresiasi Banten MICE Forum II

CILEGON, (KB).- Para pemangku kepentingan (stakeholder) sektor pariwisata dan sejumlah lintas sektor lainnya di Banten mengapresiasi pelaksanaan Banten MICE Forum (BMF) II di Royale Krakatau Convention Exhibition Kota Cilegon, Jumat-Sabtu (23-24/8/2019).

BMF II digelar DPD Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Banten bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten dan Kabar Banten Event Organizer.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi  Banten Eneng Nurcahyati menilai positif dan baik penyelenggaraan BMF II. Menurut dia kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi dan kreativitas para pelaku event serta bisa menjadi wadah komunikasi, kolaborasi, dan silaturahmi para pemangku kepentingan di bidang MICE.

“Insya Allah, forum ini bisa mendorong lahirnya event-event berskala nasional dan internasional sehingga bisa membantu meningkatkan kunjungan wisatawan ke Banten,” katanya .

Eneng juga menilai sukses acara tersebut karena dihadiri lebih dari 150 peserta dari berbagai pemangku kepentingan di bidang MICE.  Para pesertanya terdiri atas unsur pemerintah daerah, lintas stakeholder, pelaku industri event/exhibition, pengelola destinasi, akademisi, dan unsur media.

Kesuksesan lain acara tersebut adalah mampu menghadirkan narasumber dari tiga penyelenggara event (EO) internasional. Mereka adalah Romi (organizer Gaikindo Indonesia International Auto Show/GIIAS), Ndang Mawardi (organizer Jakarta Marathon), dan Didit Siswodwiatmoko (organizer Indonesia International Pet Expo).

Hadir juga narasumber lainnya, yakni  Wakil Ketua Umum DPP Asperapi  Mohamad Andi Rosidin, Head of Sales and Marketing ICE BSD City Siti Karmila, dan GM Tanjung Lesung Resort Widi Asmanto.  Kegiatan BMF II dipandu Sekjen DPD Asperapi Banten Rachmat Ginandjar.

Selain diskusi panel terkait MICE dan event, dalam BMF II juga digelar penandatangan nota kesepahaman DPD Asperapi Banten dengan Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Dinas Partanian Provinsi Banten, MUI Provinsi Banten, Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia, DPD Asperapi Jabar, Federasi Pencak Silat Tradisional Internasional, dan Forum Komunikasi Pengusaha Cilegon (FKPC).

Ajang silaturahmi

Ketua DPD Asperapi Banten Deden Sunandar menjelaskan BMF merupakan event yang menampung kegiatan silaturahmi/pertemuan/networking lintas stakeholder yang berkaitan dengan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)  di Provinsi Banten.

Menurut Deden, event tersebut merupakan turunan program DPP Asperapi, yaitu Indonesia MICE Forum, yang saat ini menjadi Indonesia Business Event. Di tingkat nasional, kegiatan tersebut sudah  dilaksanakan tujuh kali sampai tahun 2019. Sementara di Provinsi Banten, pelaksanaan kegiatan BMF ini baru kedua kali pada tahun ini.

BMF juga merupakan sarana untuk sharing, edukasi, inspirasi dan menambah wawasan di bidang event/exhibition (MICE) bagi para pelaku usaha yang baru mau merintis dan membuka peluang kerja/usaha di bidang event/exhibition.

“Oleh karena itu, diharapkan, BMF ini bisa mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru di bidang event/exhibition,” katanya.

Deden menjelaskan, BMF pernah diselenggarakan oleh pemerintah dan swasta. Akan tetapi,  sejak 2018, BMF menjadi kegiatan reguler tahunan Asperapi Banten yang diselenggarakan secara mandiri.

“Namun demikian, Asperapi tetap membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin ikut mendukung kegiatan ini, baik pemerintah maupun swasta,” katanya.

Dukung pariwisata banten

Pada bagian lain dia menjelaskan, BMF merupakan bentuk konkret keikutsertaan Asperapi dalam mendukung dan mendorong industri pariwisata di Banten, khususnya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan.  Hal ini sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Provinsi Banten pada sektor pariwisata.

“Selain itu, diharapkan, BMF dapat menjadi sarana yang bisa mencairkan komunikasi dan koordinasi lintas stakeholder MICE di Banten,” kata Deden

Khusus BMF II pada 2019 ini, lanjut Deden, Asperapi Banten ingin ikut mendorong pemulihan kunjungan wisatawan di Banten pasca bencana Tsunami Selat Sunda. Asperapi juga ingin mendorong dan bersinergi dengan pemerintah daerah yang memiliki semangat dan komitmen membangun /mengembangkan wilayahnya menjadi daerah wisata, yaitu dengan mempersiapkan Calender Event of Banten (CEoB) 2020.

Penyelenggaraan BMF II di Royale Krakatau Convention, menurut Deden, merupakan salah upaya untuk memperkenalkan salah satu venue yang berada di Kota Cilegon. “Manajemen Royale Krakatau Convention sudah siap menjadi venue event-event besar di Banten,” katanya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here