Sosialisasi Program KKBPK BKKBN, Pernikahan Dini Picu Perceraian

SERANG, (KB).- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengajak generasi muda menghindari pernikahan usia dini. Sebab, pernikahan usia dini menjadi salah pendorong meningkatnya angka pernceraian di Provinsi Banten.

Hal tersebut terungkap dalam Sosialisasi Advokasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Mitra Tahun 2019 yang dilaksanakan BKKBN di Patra Jasa, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Senin (8/4/2019).

Perwakilan BKKBN Banten Iswandi menuturkan, usia ideal melangsungkan pernikahan bagi perempuan minimal 21 tahun dan laki-laki 25 tahun. Pada usia tersebut, perempuan dan laki-laki dianggap sudah memiliki mental yang cukup untuk menjalankan kehidupan keluarga. “Menikah wanita 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” katanya.

Menurut dia, BKKBN sendiri bertanggung jawab mengingatkan masyarakat sebagai badan yang salah satu fungsinya merusmuskan kebijakan nasional, pemaduan, dan sinkronisasi kebijakan di bidang KKB. “Pelaksanaan advokasi dan koordinasi di bidang pengendalian penduduk dan KB (Keluarga Berencana),” ujarnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Yayat Y Biaro mengatakan, BKKBN telah terbentuk sejak zaman Presiden Soeharto. Salah satu Program BKKBN, yakni KB dianggap telah berhasil mengendalikan kualitas dan kuantitas penduduk. Atas keberhasilannya program tersebut, banyak diadopsi oleh negara luar. (SN/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here