Sosialisasi Program KKBPK BKKBN, Keluarga Harus Bangun Komunikasi Baik

SUASANA Sosialisasi Advokasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga bersama Mitra Tahun 2019 yang dilaksanakan BKKBN di Gedung PGRI Kecamatan Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Rabu (13/3/2019).*

SERANG, (KB).- Keluarga merupakan unit kelompok masyarakat yang paling kecil. Keluarga memilih peran penting bagi pendidikan anak. Oleh karena itu, suatu keluarga perlu membangun komunikasi dengan baik, agar hubungan keluarga terjalin secara harmonis.

Hal tersebut dikatakan anggota Komisi IX DPR RI Kartika Yudhisti dalam kegiatan Sosialisasi Advokasi Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Mitra Tahun 2019 yang dilaksanakan BKKBN di Gedung PGRI Kecamatan Jawilan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, Rabu (13/3/2019).

Ia menuturkan, keterbukaan dalam keluarga akan membuat orangtua dan anak terbiasa saling mencurahkan dan mendengarkan, misalnya mendengarkan keluhan anak dan cara yang akan diambil untuk menyelesaikannya. “Jangan sampai gadget merusak komunikasi langsung antara bapak dengan anak atau anak dengan ibu,” katanya.

Menurut dia, masyarakat harus pandai dalam memanfaatkan perkembangan teknologi. Jangan sampai teknologi merusak hubungan komunikasi dalam keluarga. “Beri ruang untuk berkomunikasi dengan anak. Biar mencurahkan segala yang dihadapinya kepada orangtua,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia menyarankan, agar orangtua terus menyekolahkan anaknya hingga tingkat perguruan tinggi. “Supaya kualitas SDM (sumber daya manusia) Indonesia ke depan bisa jadi negara yang maju,” ucap perempuan yang alumni Melbourne University tersebut.

Kabid Pembangunan Keluarga pada BKKBN Provinsi Banten Nafis mengatakan, selain membangun komunikasi yang baik dalam keluarga. Keluarga juga harus turut serta dalam program pengendalian penduduk yang digagas pemerintah. Program tersebut dikemas melalui Keluarga Berencana (KB).

“Keluarga Berencana untuk mengendalikan kualitas dan kuantitas penduduk di Indonesia,” tuturnya. (SN/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here