Sosialisasi Program KKBPK Bersama Mitra, BKKBN Harapkan Keluarga yang Berkualitas

SERANG, (KB).- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menggelar Sosialisasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) bersama Mitra tahun 2019 bertajuk “Generasi Berencana Menuju Generasi Emas Tahun 2045”, di Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Selasa (2/4/2019). Hadir dalam kegiatan tersebut anggota Komisi IX DPR RI Yayat Y Biaro.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Aan Jumhana mengatakan, BKKBN diberi amanat oleh Undang-undang untuk meyelenggarakan program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK).

“BKKBN diberi amanah oleh DPR yang membidangi program BKKBN yaitu komisi IX. Kita sadar betul bahwa disamping kita punya potensi yang bagus, tapi disisi lain juga memiliki kendala-kendala,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihaknya punya keinginan bahwa generasi muda di tahun 2045 adalah generasi-generasi emas. Generasi yang lebih pintar dan berakhlakul karimah yang punya nilai-nilai.

“Selain generasi muda itu sendiri, tanggungjawab melahirkan generasi emas tersebut juga terdapat pada orangtua. tanpa bimbingan orang tua, generasi muda rentan masuk dalam budaya negatif yang pasti berakibat tidak baik,” kata Aan.

Ia mengatakan, sejak merencanakan pernikahan, generasi muda diharapkan dalam usia yang ideal. “Masyarakat yang belum menikah untuk merencanakan usia pernikahan secara matang. Bagi perempuan, usia pernikahan yang ideal adalah 21 tahun, sementara laki-laki 25 tahun,” ujarnya.

Advokasi Program KKBPK

Sebelumnya di hari yang sama, BKKBN melakukan sosialisasi advokasi program KKBPK bersama Mitra tahun 2019, di Kelurahan Pondok Jagung Timur, Tangerang Selatan. Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Aan Jumhana dan anggota DPR RI Dra Siti Masrifah MA, serta ratusan masyarakat Tangerang Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, Aan menjelaskan akan pentingnya membangun keluarga yang berkualitas. Pihaknya tidak ingin keluarga-keluarga memiliki jumlah anak yang banyak tapi tidak berkualitas. Namun, menginginkan keluarga yang punya anak sedikit tapi memberi kualitas yang baik. Dengan sosialisasi ini pihaknya berharap masyarakat sadar akan pentingnya membangun keluarga yang berkualitas. (KO)*  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here