Soal Hibah, Gubernur Nilai Permintaan BNN Banten Tidak Wajar

SERANG, (KB).- Gubernur Banten H. Wahidin Halim menyesali dan menyayangkan sikap BNN Banten yang menolak pemberian dana hibah tahun 2018 sebesar Rp 2 miliar, dengan alasan terlalu kecil dari yang diusulkan. Demikian dikatakan Tenaga Ahli Gubernur Banten Bidang Media dan PR, Ikhsan Ahmad, kepada kabar-banten.com, Rabu (25/7/2018) pagi.

Menurut Ikhsan, BNN Banten mengusulkan Rp 30 miliar untuk kebutuhan rehabilitasi dan sosialisasi dan pada tahun anggaran 2019. Selain itu, BNN Banten juga mengusulkan sebesar Rp 93 miliar untuk membeli lahan dan pembangunan gedung rehabilitasi.

“Pak Gubernur menganggap permintaan ini tidak wajar. Sebab, secara vertikal kebutuhan-kebutuhan tersebut menjadi tanggungjawab pendanaan APBN,” kata Ikhsan. Sedangkan hibah, lanjut Ikhsan, bersifat tidak wajib diberikan, setelah pendanaan program-program Pemprov Banten yang dianggap mendasar sudah dipenuhi.

Dikemukakan, saat ini Gubernur Banten sangat fokus dan concern terhadap pemberantasan narkoba, khususnya di Banten. Langkah strategis preventif yang dilakukan adalah, menguatkan kapasitas kelembagaan pesantren di Banten agar menjadi benteng dan lembaga think thank dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, termasuk gerakan deradikalisme.

Selain itu, penguatan kapasitas kelembagaan sekolah dengan segala aspek mendasar di dalamnya. Hal itu dimaksudkan agar komunitas sekolah tidak terjerumus kedalam penyalahgunaan narkoba, termasuk langkah-langkah pencegahan lainnya.

“Adalah logika yang fatal, ketika BNN Banten menolak dan menyalahkan besaran dana hibah yang diberikan oleh Pemprov Banten karena tidak sesuai dengan besaran jumlah yang diminta oleh BNN Banten. Sangat tidak masuk akal juga kalau kemudian menganggap sia-sia pembiayaan infrastruktur, sekolah, akses masyarakat terhadap kesehatan yang dibutuhkan masyarakat untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Ikhsan.

Menurut Ikhsan, tidak betul Gubernur Banten kurang serius memperhatikan pemberantasan narkoba di Banten, hanya gara-gara dana hibah yang diperoleh BNN Banten tidak sesuai.

“Dengan sikap BNN Banten seperti itu, masyarakat justru mempertanyakan kompetensi dan komitmen BNN Banten dalam memerangi narkoba. Sebaiknya BNN Pusat segera mengevaluasi apa yang terjadi di Banten,” tegas Ikhsan. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here