Rabu, 26 September 2018

SMAN 1 Panggarangan Gelar Simulasi UNBK

Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Panggarangan menggelar ujian sekolah berbasis komputer (USBK) tahun ajaran 2017/2018. Kegiatan tersebut sebagai bagian dari rangkaian simulasi dalam menghadapi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang rencananya secara nasional digelar bulan April mendatang.

“Agar pada waktunya siswa-siswi tidak hanya mampu dalam melakukan pengisian jawaban namun terlebih lagi harus diimbangi dengan kemampuan dalam menggunakan komputer. Sebab, USBK juga sebagai salah satu penentu dalam kelulusan siswa selain UNBK dan nilai lainnya,” kata wakil kepala sekolah bidang kurikulum sekaligus sebagai ketua panitia penyelenggara USBK dan UNBK, Cahya Irawan, S.Pd, kepada wartawan, Senin (12/3).

“Ini kali pertama di SMAN 1 Panggarangan melaksanakan ujian menggunakan digital yaitu melalui jaringan internet yang telah disediakan. Langkah awal ini bukan hanya untuk mempersiapkan siswa, namun juga sebagai uji coba sarana penunjang lainnya berupa komputer jaringan internet dan menjaga terhadap kemungkinan matinya pasokan listrik. Untuk mengatasi kendala pasokan listrik, pihak sekolah telah menyiapkan generator dengan kapasitas yang tinggi,” ujar Kepala SMAN 1 Panggarangan, Ujang Witanwi kepada Kabar Banten, Senin (12/3/2018).

Dikatakan Cahya, simulasi USBK ini rencananya akan digelar selama 3 hari ke depan. Peserta sebanyak 214 siswa secara bergantian yang terbagi dalam tiga shift. Adapun mata pelajaran yang di ujikan itu semua yang ada dalam kurikulum, kecuali untuk UNBK itu hanya 4 bidang yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika dan mata pelajaran jurusan yang diminati.

“Karena kita terbatas dengan ketersediaan komputer maka USBK ini dibagi 3 shift. Pertama dimulai pukul 07.30 sampai pukul 09.00, shift dua pukul 09.00-10.30 dan shift tiga pukul 10.30 sampai pukul 12.00. Kami juga tentu telah menyiapkan sarana penunjang lainnya berupa pengawas ruang dan petugas yang bertanggung jawab terhadap server,” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya patut bersyukur karena dengan segala keterbatasan, tahun ini SMA 1 Panggarangan mampu melaksanakan USBK dan UNBK, dan telah mempersiapkan siswanya baik secara mental serta praktik melalui USBK, agar dapat mengikuti UNBK dengan baik.

“Dalam 3 hari ke depan ini SMAN 1 Panggarangan bisa melaksanakan USBK sekaligus simulasi UNBK. Kami berharap proses itu berjalan lancar, baik kesiapan siswa maupun dukungan sarana penunjang lainnya seperti komputer, server dan soal kelistrikan. Semuanya sudah dipersiapkan termasuk antisipasi menghadapi kemungkinan putusnya jaringan listrik,” tuturnya.

Ujang menambahkan, kegiatan USBK dan UNBK ini nantinya sebagai bagian salah satu syarat kelulusan yang harus ditempuh semua siswa dan wajib diikuti. Sebab, menyangkut pada nilai dan program sekolah. Pengecualian ujian susulan bisa dilakukan, jika siswa benar-benar sakit atau sedang berurusan dengan hukum.

“Agar anak bisa lulus dengan baik, pihak sekolah berpatokan pada 4 syarat yaitu berperilaku baik, mengikuti USBK, ikut UNBK dan mengikuti program yang ada di sekolah yang kemudian nilai tersebut akan diakumulasi dengan standar minimal itu harus rata-rata 5,5. Kami berharap seluruh siswa tekun belajar dan percaya diri dalam melaksanakan ujian baik USBK maupun UNBK hingga bisa lulus seratus persen,” ucapnya. (Dini Hidayat)***


Sekilas Info

Serentaun Kasepuhan Citorek, Menjaga Tradisi Mendongkrak Sektor Kepariwisataan

RITUAL adat tahunan komunitas masyarakat adat Kaolotan atau Kasepuhan di masyarakat adat Baduy di Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *