SKh 02 Kota Serang Siap Melaksanakan UNKP

SERANG, (KB).- Para siswa yang masuk dalam Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dari Sekolah Khusus (SKh) jenjang SMP dan SMA siap mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Para siswa tersebut belum seluruhnya siap untuk ujian berbasis komputer pada jenis tertentu, sehingga seluruh ABK akan mengerjakan UNKP.

Kepala Skh 02 Kota Serang Nani Wiratni mengatakan, Berdasarkan ketentuan para ABK yang berada di kelas IX SMP maupun kelas XII SMA di Skh, seluruhnyan tidak ada yang mengikuti UNBK, melainkan mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) pada April Mendatang. Persiapan akademik sudah siap dan siswa terus melakukan pelatihan-pelatihan soal-soal dibantu dengan guru kelas masing-masing.

“Pendaftaran untuk ke provinsi sudah, latihan-latihan dan di serahkan kepada guru kelas masing-masing untuk membimbing mereka saat UNKP nanti. Kami tidak melaksanakan UNBK karena keterbatasan jadi mengikuti UNKP. Untuk Akademik insya allah sudah siap,” katanya kepada Kabar Banten, akhir pekan kemarin.

Ia mengatakan sistem pelaksanaannya sama dengan provinsi tidak ada yang dibedakan kecuali ujian praktik tentu diserahkan di sekolah. Saat ini siswa tinggal menunggu pelaksanaanya pada April mendatang karena semua sudah siap. Sekolah juga mengimbau kepada orang tua siswa untuk membimbing anak-anaknya yang akan mengikuti ujian nasioanl agar rajin belajar.

“Pelaksanaanya sama dengan provinsi sudah diatur oleh provinsi. kecuali ujian praktik diserahkan ke sekolah. Banyak kegiatan di sekolah dari provinsi di sarankan untuk menjadwal kegiatan tersebut agar tidak bentrok dengan kegiatan FSL2N, OS2N dengan ujian parktik di sekolah. semua sudah siap tinggal pelaksanaannya,” tuturnya.

Sementara itu, Bidang kurikulum SKh 02 Iyus Hermansyah mengatakan, kesulitan untuk anak-anak ABK relatif. UN nanti setiap anak punya kesulitannya yang berbeda-beda seperti tungarungu dan tunadaksa berbeda denga tuna grahita yang harus dibimbing. Tidak hanya gurunya saja tapi orangtuanya juga sudah diberitahu untuk menjaga anak-anaknya.

“Ujian UNKP ini untuk anak tuna rungu dan tuna daksa ujiannya sama dengan umum karena mereka bisa mengisi sendiri, tidak ada kendala apapun. Untuk anak-anak grahita tentunya harus dibimbing bukan berarti kami membantu menjawab soal, tapi membantu mengarahkan menjawab soal yang disebutkan anak tersebut, agar prilakunyan tidak kabur kemana-mana. seperti menjaga mood nya tersebut,” katanya.

Ia mengatakan pelaksanaan Ujian Nasional ini dalam pelaksanaannya sudah siap tapi untuk ketika ujian anak-anak tidak bisa menjaga mood mereka tentu akan mengahabat ujian tersebut menjadi ujian susulan. ABK ini sangat berbeda dengan anak-anak reguler lainnya.

“Kalau di kami ujian susulan hal biasa, karena anak-anak nya kalau mood mereka berubah tentu tidak akan mengikuti ujian dan mengikuti ujian susulan.Jenis soal berbeda un untuk anak tunarungu sama. untuk anak yang memiliki intelktual rendah berbeda soal berbeda. kami difasilitasi oleh dinas pendidikan. kalo tunanetra pakai braille,” ujarnya. (DE)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here