SK Definitif Edi Ariadi Turun Pekan Ini

CILEGON, (KB).- Surat Keputusan (SK) Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang Pengangkatan Pelaksana tugas Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi menjadi Wali Kota Cilegon definitif, dikabarkan turun pekan ini. SK tersebut diterbitkan seiring keluarnya SK pemberhentian tetap Wali Kota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi.

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Banten Gunawan Rusmianto mengatakan baru menerima informasi dari salah satu stafnya yang sedang di Kemendagri, Selasa (11/12/2018). “Barusan saya terima informasi itu. Staf saya sedang di Kemendagri masalahnya,” kata Gunawan saat dihubungi melalui telepon genggam, Rabu (12/12/2018) petang.

Menurut Gunawan, pihak Kemendagri memberikan informasi jika SK pemberhentian tetap Wali Kota Cilegon non aktif Tubagus Iman Ariyadi akan keluar pekan ini. Biasanya, kata Gunawan, SK pemberhentian tetap kepala daerah keluar bersamaan dengan SK pengangkatan Plt kepala daerah menjadi kepala daerah definitif.

“Tadi staf saya bilang, pekan ini SK pemberhentian tetap dari Mendagri untuk Pak Iman keluar. Biasanya, SK pemberhentian itu bersamaan dengan SK pengangkatan. Seperti halnya Bupati Tangerang Pak Zaki (Ahmed Zaki Iskandar) berhenti, sekaligus mengangkat sekretaris daerah sebagai Plh bupati. Begitu pula Pak Jaman (Wali Kota Serang Tubagus Haerul Jaman) berhenti, sekaligus mengangkat sekda sebagai Plh wali kota,” ujarnya.

Menurut Gunawan, sebelumnya Biro Pemerintahan Provinsi Banten melayangkan satu surat berisi tiga permohonan kepada Kemendagri. Ketiga surat itu adalah, permohonan pemberhentian sementara Wali Kota Cilegon nonaktif Tubagus Iman Ariyadi, pemberhentian tetap Wali Kota Cilegon non aktif Tubagus Iman Ariyadi, serta pengangkatan Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi menjadi Wali Kota Cilegon definitif.

“Dari tiga permohonan itu, baru pemberhentian sementara Wali Kota Cilegon non aktif Tubagus Iman Ariyadi yang telah dikeluarkan. Itu terbit pekan lalu, sudah kami sampaikan ke Pemkot Cilegon,” tuturnya.

Jika SK pemberhentian Iman dan SK pengangkatan Edi keluar pekan ini, maka DPRD Kota Cilegon bisa segera melakukan paripurna pengangkatan Edi. “Nanti langkahnya setelah SK pemberhentian tetap Iman dan SK pengangkatan Edi sudah diterima, kami akan register. Kemudian, dibawa ke Cilegon. Selanjutnya, Cilegon akan melakukan paripurna pemberhentian Wali Kota Cilegon, serta pengangkatan Plt Wali Kota Cilegon menjadi definitif,” ucapnya.

Kabar baik

Terkait hal itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Cilegon Sutisna Abbas mengatakan, informasi tersebut merupakan kabar baik untuk Kota Cilegon. Ia mengapresiasi Biro Pemerintahan Provinsi Banten yang telah mengawal turunnya SK tersebut.

“Saya apresiasi kerja keras Biro Pemerintahan, ini adalah kabar baik untuk masyarakat Cilegon. Dengan begitu, banyak hal yang tertunda bisa segera dijalankan. Khususnya pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon, yang mana jabatan itu sudah lama dibiarkan kosong,” katanya.

Bukan hanya dari sisi politik, namun turunnya SK pengangkatan Plt Wali Kota Cilegon Edi Ariadi menjadi Wali Kota Cilegon definitif, memberikan dampak positif dari sisi birokrasi. Sebab, kewenangan Edi akan penuh untuk menggerakkan roda pemerintahan.

“Sekarang ini banyak kursi-kursi jabatan di tingkat sekdis, kabid, hingga kasi yang kosong. Sementara kursi kosong itu diisi oleh plt, tapi imbasnya jadi banyak yang double jabatan. Ini tidak efektif untuk jalannya roda pemerintahan. Kalau Pak Plt sudah definitif, berarti Pak Edi sudah bisa melakukan mutasi, mengisi kursi-kursi kosong itu dengan pejabat definitif,” ujarnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here