Siswa SMA Numpang Belajar di SMP

Siswa SMAN Filial 4 Rangkasbitung Kabupaten Lebak, melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar (KBM), dengan menumpang di SMPN 5 Rangkasbitung.*

LEBAK, (KB).- Siswa SMA Negeri Filial 4 Rangkasbitung Kabupaten Lebak sudah dua tahun melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar (KBM), dengan menumpang di SMPN 5 Rangkasbitung. Bahkan, siswa kelas 10 dan 11 harus berdesakan karena satu
ruangan diisi 45 siswa.

“Kami sudah dua tahun menjalani aktivitas KBM menumpang di gedung sekolah milik SMPN 5 Rangkasbitung,” kata Kepala SMAN Filial 4 Rangkasbitung, Fachruddin di Lebak, Ahad (10/11/2019).

Dia mengatakan, SMAN Filial 4 Rangkasbitung sudah sangat mendambakan gedung unit sekolah baru (USB) guna menunjang KBM sekolah. Sebab, dengan menumpang sangat tidak nyaman. Pelaksanaan proses KBM menumpang di sekolah lain dan mengisi dua ruangan kelas, tentu berdampak terhadap mutu dan kualitas pendidikan.

Para siswa kelas 10 dan 11 tidak terkosentrasi menerima pembelajaran, karena satu ruangan dipadati 45 siswa hingga saling berdesakan. Idealnya, proses pembelajaran itu satu ruangan diisi sebanyak 22 siswa. “Kami sudah melaporkan proses KBM menumpang di SMPN 5 Rangkasbitung kepada pihak terkait di Pemprov Banten, agar segera direalisasikan pembangunan gedung USB,” ujarnya.

Sejauh ini, siswa mengisi dua ruangan kelas dengan jumlah 140 orang. Akan tetapi, pelaksanaan KBM berjalan lancar. Para tenaga guru yang berstatus ASN/PNS sebanyak dua orang dan 12 guru sukarelawan tetap penuh disiplin dan bersemangat untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

Proses KBM relatif normal, meskipun tidak memiliki ruangan laboratorium, ruangan perpustakaan dan ruangan guru dan kepala sekolah. P endirian SMAN Filial 4 Rangkasbitung sebagai akses pelayanan dan pendekatan pendidikan dalam upaya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter.

Selain itu, dalam upaya menyukseskan wajib belajar pendidikan selama 12 tahun di Kabupaten Lebak dan mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM). Apalagi, Pemerintah Provinsi Banten melalui Gubernur Banten Wahidin Halim menggratiskan pendidikan SMA/SMK melalui bantuan dana BOSDa. “Kami menargetkan semua siswa di sini bisa menerima akses pendidikan SMA juga ke depan tidak ada anak-anak putus sekolah,” ucapnya.

Seorang siswa kelas 11 SMAN Filial 4 Rangkasbitung Ayu Azhari, merasa lega setelah pemerintah menggratiskan pendidikan, sehingga anak-anak tidak mampu bisa melanjutkan pendidikan SMA.”Kami bersama teman-teman di kampung bisa melanjutkan ke jenjang SMA, padahal tiga tahun lalu kebanyakan anak-anak hanya sampai lulusan SMP,” tutur Ayu.

Siapkan lahan

Secara terpisah , petugas staf Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten wilayah Kabupaten Lebak Nana Suryana mengatakan, Pemprov Banten sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan USB SMAN Filial Rangkasbitung, yang lokasinya tidak begitu jauh dengan SMPN 5 Citeras. “Kemungkinan realisasi pembangunan USB itu tahun 2020 dengan empat sekolah filial lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, pendirian SMAN Filial 4 Rangkasbitung yang sudah berjalan dua tahun terakhir untuk melanjutkan program Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak dalam upaya pelayanan dan pendekatan pendidikan.”Tahun ini SMA/SMK Filial di Lebak sebanyak enam unit, termasuk SMAN Filial 4 Rangkasbitung,” ujarnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here