Jumat, 20 Juli 2018

Siswa SDN Bantar Panjang Kerjakan Soal UN di Gedung Nyaris Roboh

SERANG, (KB).- Sebanyak 10 siswa siswi SDN Bantar panjang, di Desa Dahu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten terpaksa memindahkan pelaksanakan Ujian Nasional dari bawah tenda ke ruang kelas gedung lama yang kondisinya nyaris ambruk.

Hal itu dikarenakan kondisi tenda yang cukup panas dan dikhawatirkan siswa menjadi tidak fokus saat melaksanakan ujian.

Meski merasa takut tertimpa reruntuhan bangunan, siswa SDN Bantar Panjang tetap semangat melaksanakan Ujian Nasional (UN) di dalam ruang kelas. Hal itu tampak dari raut wajah siswa yang keluar dengan riang gembira dan sembari bercanda dengan teman-teman.

Seorang peserta Ujian Nasional (UN) SDN Bantar Panjang, Fata Yuni Merigiana mengaku sempat merasa gelisah saat melaksanakan UN di dalam ruang kelas.‎ Sebab sejak kondisi bangunan rusak parah, dirinya bersama teman-temannya yang lain biasanya belajar di tenda yang didirikan di depan ruang kelas.
Namun untuk sementara saat ujian, mereka harus dipindahkan ke ruang kelas yang serba terbatas itu.

“Takut ketimpa itu (plafon) di atas, kan pada ‎mau copot, jadi gak tenang, was was. Kalau ujian di tenda kan panas, gak fokus,” ujarnya kepada kabar-banten saat ditemui di depan ruang kelasnya usai melaksanakan UN, Kamis (‎3/5/2018).

Ia menjelaskan, walaupun sempat merasa takut, namun dirinya bisa mengerjakan soal-soal mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut. Dirinya pun tidak mendapatkan kendala apa-apa di hari pertama ini. “Alhamdulillah lancar,” ucapnya.

Siswi lainnya Iis Suheriah mengatakan, sempat tidak tenang saat melaksanakan ujian. Namun hal itu tetap tidak membuatnya tak bersemangat, sebab dirinya tetap berupaya focus kepada soal ujian. “Takut roboh soalnya. Kalau biasanya mah enggak boleh di pake main kelasnya,” katanya.

Guru Kelas 1 SDN Bantar Panjang Suharti mengatakan, pelaksanaan ujian nasional hari pertama berjalan dengan lancar. Dipindahkannya anak-anak ke ruang kelas rusak tersebut dikarenakan kondisi tenda yang panas. Sehingga dirinya kasian khawatir mereka tidak bisa berkonsentrasi mengerjakannya.

“Ini biasanya mah enggak diisi, berhubung anak anak mau merasakan bangku baru jadi terpaksa ditempati. Kalau belajar mah ditempat biasa, takut ketimpa bangunan soalnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SDN Bantar Panjang, Cicih Sri Asih mengatakan, siswa yang sedang melaksanakan UN semuanya berjumlah 10 orang. Namun dia memastikan semua peserta dapat mengikuti UN tanpa ada kendala. “Alhamdulillah baik-baik saja, cuman kami kenapa mengisi bangunan yang lama karena kalau di tenda itu gerah, panas dan gelap, jadi takut anaknya gak fokus,” katanya.

Disinggung mengenai kapan sekolah tersebut akan dibangunan, ia mengaku akan tetap sabar menunggu sampai proses pembangunan terlaksana. Karena berdasarkan informasi‎ yang diterimanya, SDN Bantarpanjang ini sudah masuk proses lelang di Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setda Kabupaten Serang. (DN)*


Sekilas Info

Pencopotan Pejabat Pemprov Banten, Fitron: Ada Sanksi yang Lebih Manusiawi

SERANG, (KB).- Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten, Fitron Nur Ikhsan meminta Gubernur Banten Wahidin Halim …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *