Siswa Magang Dilindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Pps Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Serang Muhammad Fanani didampingi Kepala SMK Pelnus Burhanuddin foto bersama siswa, Selasa (15/10/2019).*

SERANG, (KB).- Sebanyak 48 siswa magang dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pelayaran Nusantara (Pelnus) Kota Serang, mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi para siswa magang dari kecelakaan kerja. Sebab, dalam melakukan setiap pekerjaan di lapangan risikonya cukup besar.

Pejabat pelaksana sementara (Pps) Kepala BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Serang Muhammad Fanani mengatakan, jaminan sosial yang didapatkan para siswa magang tersebut hanya dua program. Yaitu, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Perlindungan ini merupakan salah satu kewajiban yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker).

“Pekerja magang, baik dari sekolah maupun instansi lain, wajib diberikan perlindungan minimal dua program, yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian,” ujarnya disela penandatanganan MoU kerja sama di SMK Pelayaran Nusantara Kota Serang, Selasa (15/10/2019).

Fanani mengatakan, bahwa yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan adalah pihak penyuplai tenaga kerja magang ataupun perusahaan. “Para siswa magang ini dibawah tanggung jawab sekolah dan BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan jaminan sosial kepada mereka selama masa magang,” katanya.

Ia menjelaskan, para siswa magang tersebut terdaftar dalam kepesertaan yang bersifat sementara. Sehingga, pihak sekolah cukup membayar iuran sebesar Rp 16.800 per bulan untuk satu siswa. “Temporary (sementara) sifatnya, selama mereka masih magang. Bisa satu bulan atau dua bulan, sesuai dengan masa magangnya. Bayar iurannya pun hanya pada masa itu saja,” ujar Fanani.

Ia berharap, adanya kerja sama antara SMK Pelnus dengan BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam memberikan perlindungan kepada anak didiknya. “Tentu kami berharap kerjasama ini juga dapat dilakukan oleh sekolah-sekolah lain untuk mendaftarkan anak didiknya ke BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Sementara, Kepala SMK Pelnus Burhanuddin mengatakan, kerja sama ini merupakan yang pertama kalinya, khusus untuk siswa magang. Sebelumnya, kata dia, para siswa diikutsertakan ke pihak asuransi swasta. Namun, karena biaya yang terlalu besar, dan pihak sekolah serta wali murid pun merasa keberatan akhirnya diputus.

“Ketika mengetahui BPJS Ketenagakerjaan ini, sangat ringan. Akhirnya kami pun bersedia untuk melakukan kerja sama ini. Karena memang, sangat penting bagi kami dalam memberikan pelayanan, keaman serta kenyamanan kepada para siswa disini. Oleh karena itu kami sangat menyambut baik atas kerja sama ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya iuran BPJS Ketenagakerjaan tersebut. Sehingga, para wali murid tidak lagi dibebankan terhadap biaya iuran jaminan sosial. “Kami bersedia dan menyanggupi untuk membayarkan iuran jaminan sosial ini. Jadi, orang tua siswa tidak perlu membayar lagi. Karena ini juga bagian dari tanggung jawab kami sebagai penyuplai siswa magang dan kami berharap kerja sama ini terus berlanjut,” ujar Burhanuddin. (Rizki Putri/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here