Sistem Satu Arah di Kota Serang Tunggu Persetujuan Gubernur

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten selesai menyusun rekomendasi tentang penerapan sistem satu arah (SSA) atau one way di jalan protokol Kota Serang. Namun, rekomendasi tersebut, masih menunggu persetujuan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Kepala Dishub Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Banten membahas perihal SSA. Sesuai hasil rapat, surat rekomendasi SSA tersebut, sudah dibuat.

“Sudah selesai dibuat terkait rekomendasi program SSA Pemerintah Kota Serang. Jadi ini tinggal menunggu disetujui saja oleh gubernur. Karena ada beberapa poin penting yang harus disampaikan kepada beliau tentang penerapan SSA ini,” katanya, Rabu (12/6/2019).

Ia menuturkan, karena rekomendasi tersebut belum mendapat persetujuan dari gubernur, pihaknya meminta sedikit waktu untuk menerbitkan rekomendasi program SSA tersebut, kepada Pemkot Serang.

“Rekomendasi itu kan belum kami laporkan kepada gubernur, jadi kami minta waktu sebentar lagi untuk lapor terlebih dahulu dengan gubernur. Ini juga kan, agar rekomendasi SSA bisa segera diterbitkan dan program SSA Pemerintah Kota Serang juga bisa segera terlaksana,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dishub Kota Serang Maman Lutfi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah persyaratan perihal program penerapan SSA tersebut, yaitu terkait Peraturan Wali Kota (Perwal) maupun Peraturan Daerah (Perda).

“Kami tinggal tunggu rekomendasi dari Pemprov Banten dan Kementerian Perhubungan, sedangkan Forum Lalu Lintas Kota Serang sudah siap untuk menjalankan program SSA tanpa uji coba kembali. Jadi, kami hanya tinggal menunggu saja,” ucapnya.

Seperti diketahui, surat rekomendasi SSA diajukan oleh Pemkot Serang ke Pemprov Banten dan Kementerian Perhubungan pada Kamis (16/5/2019). Program SSA tersebut, sudah dua kali diuji coba. Uji coba yang pertama dilakukan selama tiga hari dalam waktu delapan jam, sedangkan uji coba kedua selama empat hari. Uji coba program tersebut, menelan anggaran sebesar Rp 80 juta. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here