Sistem Satu Arah di Kota Serang, Kajian Ditarget Beres Februari

SERANG, (KB).- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang menargetkan hasil akhir kajian Program Sistem Satu Arah (SSA) selesai Februari mendatang. Dari hasil kajian tersebut akan menentukan sejumlah titik yang akan menerapkan sistem satu arah untuk menanggulangi kemacetan di Kota Serang.

“Kami targetkan di bulan Februari kajiannya sudah beres. Kan (di Februari) sudah masuk 40 hari kerja (wali kota dan wakil wali kota),” kata Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada Dishub Kota Serang, Indra Kurniawan, Ahad (13/1/2019).

Ia menuturkan, SSA ini juga merupakan janji Wali Kota Serang Syafrudin dalam program 100 hari kerja. “Ini juga terkait pada janji Wali Kota Serang dalam menangani kemacetan yang ada di Kota Serang. Dishub langsung bergerak cepat dengan mengadakan forum lalu lintas untuk mencari solusi dari kepadatan kendaraan,” katanya.

Sebelumnya, kata dia, Dishub Kota Serang dan Provinsi Banten, serta stakeholder terkait yang tergabung dalam Forum Lalu Lintas telah menyepakati SSA sebagai solusi menanggulangi kemacetan yang ada di Kota Serang.
Terkait titik mana saja, Indra masih belum memastikan lokasi tepatnya. “Yang pasti di seputar Kota Serang, kalau yang kemarin itu baru rancangan awal perencanaannya saja,” ucapnya.

Dishub juga akan melakukan uji coba apakah SSA tersebut berdampak baik atasi kemacetan di Ibu Kota Provinsi Banten tersebut. “Tentunya akan ada tahapan setelah kajian. Sebelum diterapkan kami juga perlu lakukan uji coba dan sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, penerapan SSA ini tidak bisa secepat yang dibayangkan karena ada sejumlah tahapan dan evaluasi agar bisa mencapai hasil yang maksimal. “Kami juga tidak bisa menentukan titik-titiknya kalau tidak melakukan kajian terlebih dahulu. Masih ada beberapa tahapan kajian dan sosialisasi sebelum menerapkannya,” tuturnya.

Baca Juga: Sejumlah Jalan di Kota Serang Diberlakukan Satu Arah

Menurutnya, ada banyak dampak dan kebiasaan yang berubah dengan diterapkannya SSA tersebut sehingga Dishub membutuhkan beberap tahapan selanjutnya. “Nanti akan ada uji coba, sosialisasi, pemasangan rambu. Kemudian dampak pertokoan pinggir jalan, terus dampak terhadap angkutan umum. Itu perlu kami kaji kembali,” katanya.

Selain kajian, pihak Dishub juga perlu melakukan pantauan terkait dampak infrastruktur, penggunaan rambu hingga sosialisasi. “Kajian ini akan lebih diperdalam, dan ada tahapannya. Setelah itu kami akan tentukan titik mana saja yang akan diberlakukan sistem satu arah ini,” ujarnya.

Mengenai anggaran program SSA, Dishub Kota Serang telah mengalokasikan anggaran pada APBD 2019 dan sudah disetujui. “Dari langkah awal tersebut, kami juga telah menganggarkan kajian lalu lintasnya. Secara garis besar Dishub Kota Serang sudah mengalokasikan anggaran untuk penanganan melalui kajian,” tuturnya.

Terowongan Terondol

Ia mengatakan, saat ini rekayasa lalu lintas sudah dilakukan di daerah Terondol. ” Alhamdulillah berjalan lancar. Ini berdampak pada arus lalu lintas di area terowongan Terondol yang terkenal macet,” tuturnya. Ia mengatakan, kemacetan di Kota Serang saat ini diakibatkan semakin bertambahnya kendaraan dan tidak diimbangi dengan kapasitas jalan yang semakin sempit.

“Seperti di jam sibuk pagi dan jam sibuk sore itu kendaraan di Kota Serang cukup padat,” ujarnya.
Sementara, penjaga palang pintu kereta api (KA) di jalur frontage Terondol mengatakan, jalur tersebut sangat membantu bagi masyarakat.

“Ini bagus jalurnya dibuka, jadi kalo pagi sama sore jalur ini rame banget. Jadi jalan yang terowongan dialihkan ke jalur ini. Sangat membantu mengurangi kemacetan. Tapi cuma motor aja yang bisa lewat, mobil belum bisa masuk,” katanya. (Rizki Putri/RI)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here