Sirkuit Bertaraf Internasional Akan Dibangun di KEK Tanjung Lesung

Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul menggelar pertemuan dengan Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita di Pendopo Pandeglang, Selasa (25/2/2020). Dalam pertemuan itu, Tinton tertarik untuk membangun sirkuit di kawasan Tanjung Lesung.*

Di tengah komentar Komisi III DPRD Provinsi Banten agar kegiatan di kawasan wisata Tanjung Lesung ditinjau ulang karena hanya menguntungkan swasta, wilayah Kabupaten Pandeglang yang ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tersebut justru diproyeksikan menjadi sirkuit bertaraf internasional.

Rencana pembangunan sirkuit bertaraf internasional tersebut disampaikan Direktur Utama Sirkuit Internasional Sentul Tinton Soeprapto dalam pertemuannya dengan Bupati Pandeglang Irna Narulita, di Ruang Garuda Pendopo, Selasa (25/2/2020). Dalam pertemuan tersebut, Tinton mengungkapkan ketertarikannya untuk membangun sirkuit di kawasan Tanjung Lesung Pandeglang.

“Ini adalah impian saya membangun sirkuit bertaraf internasional dan impian ini harus terwujud. Setelah sirkuit sentul yang saya punya, kini saya berencana akan membangun sirkuit kelas dunia di Kabupaten Pandeglang,” kata Tinton.

Menurut dia, alasannya memilih Kabupaten Pandeglang karena sangat cocok untuk mengembangkan otomotif sport and tourism bisnis.

“Selain wilayahnya yang luas, Pandeglang juga memiliki potensi wisata yang sangat indah. Ini yang akan menjadi daya tarik para pelaku otomotif dan wisatawan,” tuturnya.

Rencana pembangunan sirkuit di Kawasan Tanjung Lesung tersebut, pihaknya membutuhkan lahan seluas 50 hektare. Sebab, kata dia, lahan Sirkuit Sentul seluas 75 hektare. Sedangkan di kawasan KEK, lahannya cukup luas. Apalagi, pemandangan yang cukup memukau dengan laut dan pegunungan.

“Rencana pembangunan sirkuit ini bukan untuk hura-hura. Ini murni keinginan saya, untuk meningkatkan pendapatan dan promosi wisata Indonesia, khususnya wisata Pandeglang. Sebab, jika sudah menjalin hubungan dengan dunia internasional, secara tidak langsung akan memgangkat harkat martabat bangsa. Jika pembangunan sirkuit ini berjalan sesuai rencana, sudah tentu sirkuit ini termasuk salah satu sirkuit permanen kedua yang kita miliki. Dalam waktu dua bulan ke depan, segala sesuatunya akan kami urus,” ujarnya.

Peningkatan devisa

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita menyambut baik rencana pembangunan sirkuit yang berskala internasional karena menjadi kabar gembira bagi masyarakat Pandeglang.

“Tentunya hal ini dapat berdampak pada peningkatan pendapatan devisa bagi negara dan Pemerintah daerah,” ujar Irna.

Apalagi, kata Irna, saat ini Kabupaten Pandeglang membutuhkan para investor untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan bagi daerah. Dengan adanya rencana pembangunan sirkuit ini, sudah barang tentu para wisatawan lokal maupun mancanegara akan berbondong-bondong datang ke Pandeglang.

“Tentunya, ini menjadi bagian dari peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah siap mendukung dan bekerja sama agar rencana pembangunan sirkuit ini dapat segera terwujud,” ucapnya.

Baca Juga : Dinilai Hanya Mempromosikan Kawasan Milik Swasta, Kegiatan di Tanjung Lesung Diminta Ditinjau Ulang

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang Widiasmanto mengatakan, kegiatan promosi wisata di Tanjung Lesung bisa menguntungkan semua pihak. Sebab, kegiatan di Tanjung Lesung bisa menguntungkan masyarakat dan juga pelaku wisata seperti pemilik home stay.

“Jangankan di level dewan, pemerintah juga terkait KEK (Kawasan Ekonomi Khusus), belum paham semua terkait masalahnya. Untuk itu, kita kumpul bareng, sehingga pemahaman KEK agar jangan sepotong-sepotong,” kata Widi menanggapi komentar Komisi III DPRD Provinsi Banten Gembong R Sumedi, yang meminta pemerintah provinsi (pemprov) agar meninjau ulang kegiatan di kawasan wisata Tanjung Lesung, yang dinilai hanya mempromosikan kawasan milik swasta.

Menurut Widi yang juga sebagai Pengelola Tanjung Lesung, keberadaan KEK Tanjung Lesung bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat, terutama pelaku usaha home stay.

“Kalau target kami, wisatawan nasional bahkan mancanegara. Sebab, kalau sudah datang ke Banten, terutama ke Tanjung Lesung, tentu akan berdampak juga pada home stay seperti di Cipanon,” tuturnya. (Iman Fathurahman)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here