Sidak DPRD Lebak di Pasar Rangkasbitung, Harga Garam Naik Hingga 300%

LEBAK, (KB).- Komisi II DPRD Kabupaten Lebak, melakukan operasi mendadak (Sidak) ke Pasar Rangkasbitung, Jumat (28/7/2017). Rombongan wakil rakyat itu langsung mendatangi toko dan kios, terkait penyebab naiknya harga garam saat ini. Sayangnya, para pemilik toko dan kios yang ditemui Komisi II, tidak satupun yang mengetahui penyebab kenaikan harga jual garam tersebut. Pedagang hanya menjelaskan, jika garam yang mereka terima harganya sudah dinaikkan pihak distributor maupun agen.

Ketua Komisi II DPRD Lebak Diding Djamaludin mengatakan, hampir seluruh pemilik toko dan kios yang ditemuinya tidak ada satupun yang mengetahui penyebab naiknya harga garam. “Semua garam yang diperjualbelikan di sejumlah toko dan kios di Pasar Rangkasbitung, harganya naik. Harga galam halus dalam kemasan seharga seribu rupiah, kini menjadi tiga ribu rupiah. Namun sayangnya, para pedagangnya sama sekali tidak tahu penyebab kenaikan harganya,” ujarnya saat ditemui di Pasar Rangkasbitung.

Diding meminta Dinas perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) segera melakukan langkah konkret menekan kenaikan harga garam di pasaran yang saat ini sudah mencapai 300 persen. Sebab, kenaikan harga garam yang menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk bahan baku memasak tersebut, dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan baik pedagang maupun masyarakat. ”Saya kira Disperindagpas harus segera melakukan langkah-langkah konkret terkait penanggulangan kenaikan harga garam ini. Jika tidak ini akan menimbulkan keresahan di masyarakat, apalagi kenaikannya hingga 300 persen,” kata Diding.

Menurut dia, kenaikan harga garam ini terjadi secara nasional atau terjadi juga di daerah lainnya di Indonesia. Namun, kenaikan harga garam untuk Kabupaten Lebak lebih tinggi dibanding wilayah lainnya yaitu sebesar 300 persen. Artinya perlu penanganan khusus dari pihak pemerintah daerah dalam penanggulangan kenaikan harga garam ini. ”Tidak seperti di daerah lain, pasokan garam di Lebak masih normal tidak ada kelangkaan. Hanya harganya saja yang mengalami kenaikan yang cukup tinggi,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Disperindagpas untuk mencari solusi terkait persoalan ini. Meskipun persoalan ini bukan hanya di Kabupaten Lebak, melainkan terjadi di seluruh daerah di Indonesia, tetapi perlu langkah antisipasi agar persoalan ini tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. ”Harus segera dicarikan solusinya karena garam salah satu kebutuhan pokok yang diburu oleh masyarakat, terlepas bagaimana caranya Pemkab Lebak harus segera mencarikan solusinya,” katanya.

Sidak lanjutan

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Lebak Acep Dimyati menambahkan, karena para pemilik toko dan kios di Pasar Rangkasbitung tidak mengetahui penyebab naiknya harga garam, maka pihaknya akan mengagendakan sidak ke sejumlah distributor dan agen garam di Kabupaten Lebak. Menurutnya, kenaikan harga garam terlepas dari oknum yang memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan lebih. Perlu ditelusuri juga penyebab terjadinya kenaikan harga garam di pasaran. ”Setahu kita di Kabupaten Lebak tidak ada petani garam, ada juga yang memproduksi dengan bahan dari luar Lebak,” ujarnya.

Sementara, seorang pedagang sembako yang menjual garam, Cecep mengatakan, kenaikan harga garam itu terjadi sudah sejak dua pekan terakhir. Ia mendapatkan garam dari distributor dan agen. Namun, sebelum adanya kenaikan ini pasokan banyak, tetapi pasca ada kenaikan, pasokan garam mulai sedikit. ”Naiknya sampai 300 persen. Untuk harga garam bubuk yang biasa dijual Rp 500 menjadi Rp 3.000 per bungkus, begitu juga dengan garam batangan yang biasanya dijual seharga Rp 3.000 kini menjadi Rp 12.000 per bungkus,” ucapnya. Dampak kenaikan harga garam, lanjut dia, konsumen banyak yang mengeluhkan sehingga berdampak pada pendapatan yang didapatnya. Sebelumnya, walaupun harga murah tapi pembeli banyak tapi sekarang mulai sepi. ”Ada saja yang membeli mah tapi tidak seperti biasanya,” tuturnya. (H-22/H-38)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here