SIAGA MENGHADAPI LOCKDOWN

Oleh : Solihin Abas

Dalam beberapa bulan ke depan, sangat mungkin kita akan dihadapkan pada situasi yang semakin tidak menentu bahkan situasi yang buruk sehubungan dengan penyebaran dan penanganan Covid 19 di Indonesia. Karena dari hari ke hari, kasusnya naik secara signifikan, termasuk korban yang meninggal terus mengalami kenaikan jumlahnya.

Yang perlu menjadi perhatian kita adalah, dikhawatirkan Indonesia akan mengalami goncangan ekonomi seperti tahun 1998, karena saat ini saja nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika sudah di atas Rp. 16.000. Terlebih saat ini beberapa daerah sudah memberlakukan Lockdown, dan mungkin saja di daerah tempat tinggal kita juga akan melakukan hal sama, bahkan sangat terbuka juga Indonesia akan memperlakukan Lockdown secara nasional (https://aktual.com/mahfud-md-pemerintah-siapkan-pp-pemberlakuan-lockdown/).

Dan belajar dari pengalaman sebagian negara yang sudah memberlakukan Lockdown, terjadi kepanikan pada sebagian warganya yang akhirnya menimbulkan chaos (kekacauan). Pada saat ini chaos ini lah, seringkali harta yang kita miliki tidak berarti apa-apa, karena kita hanya butuh bahan makanan dan obat-obatan untuk bisa bertahan hidup, dan itu biasanya akan sulit kita dapatkan, karena tidak banyak toko yang buka untuk berjualan atau kita tidak memiliki uang cash/tunai untuk membelinya, karena dalam situasi seperti ini biasanya bank dan mesin-mesin ATM diburu orang untuk mengambil uang tunai dan uang yang tersedia sangat terbatas jika dalam waktu yang bersamaan banyak orang yang mengambilnya.

Dengan tetap tenang dan tidak panik serta mengikuti himbauan MUI dan pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Virus Covid 19, namun kita tetap perlu mempersiapkan diri dan keluarga kita untuk menghadapi situasi terburuk, yang tentu saja dalam mempersipakannya TIDAK BOLEH BERLEBIHAN. Cukuplah kita mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan pokok kita untuk jangka waktu 2 sampai 4 minggu saja. Terlebih kurang dari 1 bulan ke depan, kita akan melaksanakan ibadah puasa bulan Ramadhan 1441 (sekali lagi tidak boleh berlebihan ya gaes….).

Beberapa kebutuhan yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi situasi yang tidak kita inginkan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Bahan makanan pokok, seperti beras, air minum, telur, minyak goreng, ikan asin atau ikan basah, daging sapi/kerbau/ayam, dan bahan makanan lainnya yang biasa kita konsumsi.
  2. Uang tunai. Pastikan di rumah kita tersedia uang tunai yang cukup (sekali lagi tidak berlebihan, karena jika berlebihan jumlahnya justru kita malah menjadi khawatir untuk meyimpannya di tempat yang aman). Tentu kita sudah tahu berapa kebutuhan minimal dan maksimal untuk keperluan 1 bulan.
  3. Token listrik pra bayar. Jika di rumah kita menggunakan listrik pra bayar, pastikan selalu mengisi token dengan jumlah yang cukup untuk 1 bulan.
  4. BBM (bahan bakar minyak). Jika kita memiliki mobil atau sepeda motor, maka sebisa mungkin selalu isi tanki BBM kendaraan kita sampai full (penuh).
  5. Lunasi iuran BPJS Kesehatan atau JKN. Pastikan iuran JKN Anda selalu dibayar setiap bulannya, sehingga pada saat kondisi dadurat Anda tetap bisa memperoleh layanan dari fasilitas kesehatan di dekat rumah Anda.
  6. Masker. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) tidak menyarankan orang sehat untuk memakai masker wajah. Masker wajah digunakan oleh orang yang sakit atau memiliki gejala untuk mengurangi risiko orang lain terinfeksi. Penggunaan masker tetap diperlukan bagi petugas kesehatan. Benda satu ini, saat ini memang menjadi barang yang sulit untuk didapatkan, jika tidak tidak menggunakan masker, maka beberapa langkah pencegahan berikut yang dapat dilakukan:
     Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun sesering mungkin
     Hindari memegang mata, hidung, dan mulut dengan tangan, terutama jika kita habis keluar rumah
     Menutup mulut dengan lengan baju atau tisu saat batuk dan bersin
     Bersihkan dengan cairan disinfektan benda-benda yang sering disentuh orang lain
     Jalani pula gaya hidup sehat seperti makan makanan bergizi seimbang, hindari stres, berolahraga, tidur yang cukup, dan minum air putih yang cukup
  7. Obat-obatan. Sediakan obat-obatan untuk pertolongan pertama, seperti obat demam, diare, batuk, serta dan obat rutin bagi Anda yang menderita penyakit tertentu dan harus rutin meminum obat.
  8. Nomor telepon emergency. Simpan di kontak hand phone (HP) Anda, nomor-nomor emergency, seperti nomor kantor kepolisian, rumah sakit, klinik kesehatan terdekat, dan hotline virus corona di Indonesia dapat dihubungi di 021-5210411 dan 081212123119.

Demikian ‘pengingat diri’ ini disampaikan, semoga ada manfaatnya. Tentu saja bagi kita orang yang beragama dan beriman, setelah kita berikhtiar secara maksimal dengan melakukan tindakan pencegahan, maka pada akhirnya kepada ALLAH lah kita berserah diri, sembari terus berdoa, semoga ALLAH SANG PENGUASA ALAM ini berkenan untuk memberikan perlindungan kepada kita dan keluarga serta bangsa Indonesia dari segala macam marabahaya. Aamiin…Wallahu a’lam. (Penulis, Ketua Umum Korwil FOKAL IMM Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here