Siaga Bencana Sampai Maret 2018

SERANG, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten meminta warga untuk mewaspadai berbagai bencana karena memasuki musim hujan, sehingga BPBD Banten menetapkan siaga darurat bencana sampai Maret 2018. “Sesuai hasil kordinasi dengan BMKG bahwa poteni hujan sampai Maret nanti. Sehingga kita BPBD sudah menyiapkan untuk antisipasinya dengan siaga darurat bencana sampai Maret nanti,” kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakahar) BPBD Banten Sumawijaya di Serang, Senin (4/12/2017).

Ia mengatakan, yang disiapkan dalam masa siaga darurat bencana ini adalah kebutuhan logistik yang ada di beberapa dinas terkait seperti dinas sosial, ketahanan pangan, dinas kesehatan dan juga dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR). Pihaknya juga menyiapkan para relawan dan peralatan yang siap diturunkan ketika tanggap darurat bencana atau pelaksanaan penanganan ketika terjadi bencana. “Kita siap 24 jam untuk siaga darurat bencana ini,” kata Sumawijaya.

Menurut dia, Banten merupakan salah satu daerah yang dilalui badai cempaka beberapa hari lalu, dan saat ini sudah menjauh ke wilayah India. Selain itu, Banten juga salah satu daerah yang dilalui badai Dahlia yang mengakibatkan permukaan air laut naik empat sampai enam meter di wilayah Banten Selatan dan di sekitar Selat Sunda.

Sumawijaya mengatakan, untuk kebutuhan dana dalam mengantisipasi bencana tersebut, pihaknya sudah menyiapkan anggaran dari dana tak terduga (DTT) sekitar Rp 1 miliar untuk kebutuhan siaga darurat bencana di bulan Desember ini sampai Maret karena khawatir terjadi. Sedangkan kebutuhan lainnya khawatir tidak mencukupi, akan disiapkan di dinas-dinas terkait dalam penanganan bencana. Ia mengatakan berdasarkan pemetaan yang dilakukan BPBD Banten mengenai daerah potensi bencana longsor dan banjir berada di wilayah Banten Selatan yakni Lebak dan Pandeglang.

Sementara di wilayah Banten utara rawan banjir yang disebabkan genangan dari luapan sungai dan air laut berpotensi di wilayah Banten Utara yakni Kabupaten Serang dan Tangerang. “Nah untuk tahun 2018 kita akan memasang alat deteksi banjir pada daerah-daerah yang rawan banjir. Selain itu, kita juga akan membuat peta relokasi, jadi kalau banjirnya membahayakan nanti warganya direlokai,” kata Sumawijaya.

Terpisah, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mengimbau warga tetap waspadai meski siklon tropis Dahlia sudah menjauhi wilayah Provinsi Banten. “Kami minta warga tetap waspada cuaca buruk guna mengurangi risiko bencana alam,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi.  Ia menuturkan cuaca buruk tersebut dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir, longsor, angin kencang, dan sambaran petir.

Peluang cuaca buruk di Kabupaten Lebak ditandai hujan dengan intensitas sedang, angin kencang, hingga kilat. Peluang hujan dan angin kencang terjadi malam, pagi, siang dan sore hari. Dua hari terakhir, kata dia, beberapa pohon tumbang hingga menimpa rumah warga, longsor menimpa ruas jalan Cipanas-Citorek. Beruntung, kata Kaprawi, bencana alam tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. “Kami berharap warga yang tinggal di daerah rawan bencana alam yang jumlah mencapai ribuan kepala keluarga agar waspada banjir dan longsor,” katanya. BPBD menyebar surat imbauan kepada aparat kecamatan, desa, relawan dan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam.

Angin kencang

Berdasarkan laporan BMKG Serang diperkirakan hujan disertai angin kencang dan petir akan terjadi selama sepekan ke depan. Ia meminta warga agar mewaspadai cuaca buruk itu guna mencegah menjadi korban banjir bandang, longsor, sambaran petir, maupun pohon tumbang. Apabila hujan disertai petir dan angin kencang berlangsung warga diimbau tetap berada di rumah dan dilarang berada di tanah lapang, di bawah pohon dan di atas genteng. “Kami mengajak warga tetap mewaspadai hujan deras disertai sambaran petir itu,” katanya.

Camat Kalanganyar Kabupaten Lebak Yeni Mulyani menginstruksikan kepala desa untuk meningkatkan kewaspadaan banjir, longsor dan angin kencang yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Cuaca buruk dengan hujan intensitas lebat dan sedang juga angin kencang dikhawatirkan menimbulkan luapan Sungai Ciujung, Ciberang dan Cisimeut. Ia meminta petugas kelurahan/desa agar menyampaikan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai mengaktifkan pengamanan malam hari. “Kami minta warga meningkatkan waspada banjir, longsor dan angin kencang,” ujarnya. (MH/Ant)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here