Rabu, 20 Februari 2019
Breaking News

Sholeh Optimistis Untirta akan Memperoleh Akreditasi A

SERANG, (KB).- Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Sholeh Hidayat optimistis Untirta akan memperoleh peringkat akreditasi A pada penilaian akreditasi perguruan tinggi (APT). Pasalnya, saat ini, Untirta sudah memiliki modal dasar lima program studi (prodi) yang memperoleh peringkat akreditasi A.

“Pada tingkat institusi, Tim Akreditasi Institusi telah melakukan upload borang APT untuk dilakukan Asesmen Kecukupan,” kata Sholeh ketika memberikan pidato pada Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-37 Untirta di Auditorium Untirta, Senin (1/10/2018).

Hadir dalam acara tersebut para guru besar, anggota senat, unsur pimpinan struktural, dosen, ketenaga-pendidikan, Dharma Wanita, mahasiswa, dan Ikatan Alumni Untirta.

Sholeh mengatakan, dalam upaya mewujudkan visi Untirta “bermutu”, pihaknya terus berusaha meningkatkan peringkat akreditasi. Pada masa akreditasi tahun 2018 ini, prodi Pendidikan Matematika dan Adminsitrasi Publik berhasil meningkatkan peringkat akreditasi dari peringkat B ke peringkat A.

Prodi Eknomi Pembangunan dan empat Prodi Diploma III Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari peringkat C meningkat menjadi peringkat akreditasi B. Pada Juli hingga September 2018, untuk pertama kalinya, telah dan sedang dilaksanakan visitasi prodi mandate di lingkungan FKIP Untirta sebanyak 11 prodi.

“Syukur alhamdulillah sebanyak lima program studi peringkat B dan dua program studi peringkat C, sedangkan yang empat program studi masih menunggu hasil asesmen lapangan dan dua program studi menunggu asesmen lapangan,” katanya.

Demikian juga prodi Perikanan meningkat dari peringkat akreditasi C minimal ke peringkat B. Dengan demikian prodi yang telah memperoleh peringkat akreditasi A (Unggul) lima prodi, peringkat B 31 prodi, peringkat C sembilan prodi dan enam prodi masih menunggu hasil penilaian.

Bidang penelitian 

Pada bagian lain, Sholeh merasa bangga karena atmosfer akademik dalam melakukan riset di Untirta semakin meningkat. Riset ini tidak hanya dilaukan para dosen tetapi juga di kalangan mahasiswa.

“Hal itu dapat dilihat dari banyaknya proposal penelitian yang dikirimkan para dosen dan mahasiswa untuk diikut-sertakan dalam kompetisi hibah penelitian Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemenristekdikti,” katanya.

Menurut Sholeh, pada 2018 mendapatkan dua judul Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, 42 judul penelitian Skim Ditjen Penguatan Risbang, delapan judul pengabdian kepada masyarakat, 20 riset unggulan tentang Ketahanan Pangan dari berbagai persepektif disiplin ilmu yang didanai Islamic Development Bank (IsDB), 25 judul penelitian yang didanai BLU/PNBP dan 211 judul penelitian yang didesentralisasikan ke fakultas.

Perolehan Kekayaan Intelektual (Granted Hak Cipta) pada 2018 sebanyak 14 orang dan satu Paten. “Dengan demikian, jumlah Hak Kekayaan Intelektual yang telah diperoleh 42 karya dan 23 karya kekayaan intelektual jenis Paten,” katanya.

Sementara itu, karya ilmiah dosen yang tersitasi baik skala nasional maupun internasional sebanyak 25 judul artikel yang terindeks scopus dan secara keseluruhan dalam tiga tahun terakhir jumlah artikel terindeks scopus sebanyak 267 judul artikel. Jurnal ilmiah yang sudah terindeks di DOAJ 16 buah, satu jurnal ilmiah terakreditasi Kemenristekdikti dan persiapan terindeks scopus satu jurnal.

Orasi ilmiah

Sementara itu, dalam orasi ilmiahnya, Asih Mulyaningsih menyampaikan tentang “Model dan Strategi Pemberdayaan Petani Padi, Jagung dan Kedele dalam Perspektif Gender di Provinsi Banten”. Asih menjelaskan, menurut hasil penelitiannya, kelompok petani di Banten, pendekatannya berdasarkan kepala keluarga.

Dengan demikian, jika membicarakan petani, perempuan tidak dilibatkan dalam kepengurusan formal kelompok petani. Oleh karena itu, walaupun petani perempuan ikut melakukan usaha tani seperti pembibitan, penyemaian, pemanenan, mereka tidak dilibatkan dalam penyuluhan pertanian.

Atas temuannya itu, Asih mengusulkan tiga model dan strategi untuk pemberdayaan petani agar ketahanan dan swasembada pangan bisa terwujud.

Pertama, model dan strategi kelompok tani yang beranggotakan hanya berjenis kelamin laki-laki.

Kedua, model dan strategi kelompok tani yang anggotanya hanya berjenis kelamin perempuan. Pada model ini, Asih menemukan banyak petani perempuan yang melakukan usaha tani pada bidang pembibitan. Atas dasar itu, penyuluhan pun difokuskan pada pembibitan.

Ketiga, model dan strategi kelompok tani yang anggotanya terdiri atas laki-laki dan perempuan. Pada model ini, partisipasi para petani dalam penyuluhan dan usaha tani harus ditingkatkan dengan baik. “Sebelum melakukan usaha tani, perlu dilakukan perencanaan yang baik, pelaksanaan, dan evaluasi,” katanya. (KO)*


Sekilas Info

UIN SMH Banten Siapkan 200 Kuota Mahasiswa untuk Prodi Baru

SERANG, (KB).- Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menyiapkan 200 kuota untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *