Shell Eco-Marathon Asia 2019, Mahasiswa Indonesia Raih Sejumlah Juara

ITS Team 5 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meraih juara kedua dalam kompetisi Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia serta penghargaan Hydrogen Newcomer Award. (Edwin Koo/AP Images for Shell).*


MALAYSIA, (KB).- Setelah menjadi juara kedua dalam kompetisi Shell Eco-Marathon Asia 2019 yang diselenggarakan di Sirkuit Sepang, Malaysia, untuk kategori Urban Concept Hydrogen, ITS Team 5 dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, kembali menorehkan prestasi dengan menjadi juara kedua dalam adu balap Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia.

Dengan prestasi tersebut, ITS Team 5 berhak maju ke Grand Final Drivers’ World Championship 2019 di London, dan akan berhadapan dengan tim-tim unggulan lainnya dari Asia, Eropa dan Amerika. Selain itu, berkat desain mobil yang bagus secara keseluruhan serta efisiensi energi yang digunakan, ITS Team 5 juga dianugerahi Penghargaan Pendatang Baru untuk sumber energi Hidrogen (Hydrogen Newcomer Award) dan mendapatkan hadiah berupa uang tunai senilai USD 3.000.

Dalam siaran pers kepada kabar banten, Tim Manager ITS Team 5, Ghalib Abyan mengatakan, pihaknya sangat berbahagia karena kerja keras membuahkan hasil setelah menunggu bertahun-tahun.

“Sebelumnya, kami telah berupaya sebaik mungkin di ajang  Shell Eco-Marathon Asia 2012 dan 2014 namun di tahun 2019 kami baru berhasil. Selama kompetisi berlangsung, kami merasakan tantangan luar biasa. Usaha yang kami lakukan agar mampu memiliki kinerja terbaik adalah dengan latihan setiap minggu dan selalu melakukan evaluasi juga memperbaiki hal-hal yang harus ditingkatkan. Kunci keberhasilan kami adalah keyakinan bahwa Indonesia layak menjadi juara dunia di ajang kompetisi internasional,” ujarnya.

Diketahui, Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia adalah perlombaan antara tim Urban Concept terbaik di Shell Eco-Marathon Asia 2019. Mobil Antasena FCH 1.0 bertenaga Fuel-Cell Hydrogen milik ITS Team 5 sukses melintasi garis akhir di posisi kedua setelah tiga putaran lintasan. Prestasi ITS Team 5 ini menjadikan mereka sebagai tim Indonesia ke-7 yang melaju ke putaran Grand Final Drivers’ World Championship di London bulan Juli 2019 mendatang.

Di kompetisi ini, para pengemudi yang memenangkan Drivers’ World Championship di tingkat regional akan saling berhadapan dalam balap mobil adu cepat dengan tetap menjaga efisiensi penggunaan sumber energi. Tiga tim pemenang Grand Final Drivers’ World Championship akan diberikan kesempatan eksklusif untuk mengunjungi markas tim balap Formula1 Scuderia Ferrari di Italia. Mereka akan berpartisipasi dalam serangkaian kegiatan yang menarik dan belajar dari insinyur juga tenaga ahli di Ferrari.

Tim Rakata dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menyabet juara ketiga untuk kategori Prototype di kelas Internal Combustion Engine dengan rekor jarak tempuh 926 km/liter.

Juara di Kategori Prototype

Tim mahasiswa Indonesia selalu mencetak prestasi yang membanggakan setiap tahunnya. Dalam Shell Eco-Marathon Asia 2019 ini, selain enam tim mahasiswa Indonesia yang meraih penghargaan untuk kategori Urban Concept, dua tim mahasiswa Indonesia juga meraih posisi juara untuk kategori Prototype. 

Kedua tim tersebut yaitu Tim Rakata dari Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menyabet juara ketiga untuk kategori Prototype di kelas Internal Combustion Engine dengan rekor jarak tempuh 926 km/liter, dan Tim Semar Proto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengamankan posisi ketiga untuk kelas Battery Electric dengan rekor jarak tempuh 387 km/kWh.

Manajer Tim Rakata dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Fikri Imam Ramadhan mengaku sangat bangga terhadap pencapaian timnya setelah berhasil meraih peringkat ketiga di kategori Prototype yang merupakan rekor terbaik sepanjang partisipasi mereka di Shell Eco-Marathon Asia sejak 2010.

“Kita semua memiliki keahlian yang spesifik berdasarkan passion yang kita miliki. Tantangan selama kompetisi adalah persaingan dengan tim-tim lain yang juga sangat hebat, kendala koordinasi serta teknis. Di pertandingan pertama kita menghadapi kendala teknis karena kabel putus. Belajar dari itu, checklist harus sangat kuat dan tidak boleh ada yang terlewat. Kita sangat menghindari jangan sampai perjuangan setahun gagal di lomba yang berdurasi 25 menit karena kendala teknis. Mengenai pencapaian ini, semua punya andil atas dasar kerja keras, baik itu dosen pembimbing, tim kami, serta keluarga. Kita akan terus meningkatkan kualitas dan kinerja Rakata untuk kompetisi-kompetisi berikutnya,” ujarnya.

Tim Semar Proto dari Universitas Gadjah Mada (UGM) juga berhasil mengamankan posisi ketiga untuk kelas Battery Electric dengan rekor jarak tempuh 387 km/kWh.

Sementara itu, Presiden Direktur dan Country Chairman PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan pencapaian tim-tim mahasiswa Indonesia, baik yang sukses membawa pulang kemenangan untuk Shell Eco-Marathon Asia 2019 kategori Prototype maupun Urban Concept, dan Drivers’ World Championship Qualifier Regional Asia.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi tinggi dalam berkreasi merancang teknologi dan inovasi otomotif terbaik untuk mendorong batas efisiensi energy,” ujarnya.

Ia mengatakan, kemenangan mahasiswa Indonesia ini menjadi kabar gembira di momen peringatan Hari Pendidikan Nasional. “Kami berharap, melalui kompetisi seperti Shell Eco-Marathon, akan lebih banyak lagi talenta muda yang mampu berinovasi dan menjadi agen perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,” ujar Darwin.

Shell Eco-Marathon Asia 2019 ditutup dengan acara pemberian penghargaan untuk merayakan pencapaian-pencapaian para mahasiswa berbakat yang berasal dari 18 negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah. Program Shell Eco-Marathon merupakan bagian dari komitmen Shell untuk menghadapi tantangan energi masa depan dengan melibatkan generasi muda di seluruh dunia melalui eksplorasi berbagai ide, gagasan kreatif dan inovatif dalam bidang energi. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here