Sabtu, 23 Februari 2019
Suasana sharing season para relawan LAZ Harfa di Ruang Teater Depo Arsip Perpusda Banten, Jumat (18/1/2019).*

”Sharing Season” Relawan LAZ Harfa, Membangun Banten Pascabencana Tsunami Selat Sunda

Puluhan relawan Lembaga Amil Zakat Harapan Duafa (LAZ Harfa) menggelar sharing season di Ruang Teater Depo Arsip Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banten, Jumat (18/1/2019). Anak-anak muda yang mayoritas telah memiliki pengalaman terjun di situasi bencana tersebut, memiliki tekad dan komitmen yang kuat untuk membantu pemulihan daerah di Provinsi Banten pascatsunami Selat Sunda akhir tahun 2018.

Dalam kopi darat (kopdar) ini, para relawan berkomitmen dan membulatkan tekad untuk ikut terjun membantu pemulihan daerah di Banten yang terdampak tsunami. Rencananya, mereka akan terus membuka posko di sejumlah titik daerah terdekat yang terdampak bencana hingga 30 Juni 2019.

“Meskipun masa tanggap kedaruratan sudah ditetapkan berakhir, LAZ harfa tetap buka posko untuk masuk ke proses recovery. Tidak menutup kemungkinan, relawan kami yang muda-muda ini akan ikut dilibatkan bergantung melihat kondisi di lapangannya,” kata Direktur LAZ Harfa Indah Prihanande di sela-sela acara sharing season relawan.

Menurut Indah, posko-posko LAZ Harfa saat ini masih fokus terhadap distribusi bantuan logistik bagi masyarakat. Selain itu, ada juga sejumlah kegiatan yang digagas lembaga amal tersebut seperti pemberian trauma healing hingga pendampingan psikologi untuk anak-anak yang terdampak tsunami.

“Kami juga berkosentrasi di pemulihan kondisi ekonomi masyarakat di sana. Bisa melalui bantuan ataupun kegiatan yang lain. Tapi yang jelas, kami ingin menyampaikan pesan bahwa anak muda yang tergabung dalam relawan LAZ Harfa, itu punya tekad yang luar biasa. Ini aset besar untuk kita, terutama dalam pendampingan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, LAZ Harfa memiliki agenda membantu rehabilitasi perahu-perahu nelayan setempat yang rusak diterjang tsunami. Dari bantuan 100 unit, LAZ Harfa akan memberikan 20 unit perahu nelayan dalam tahap pertama pemberian bantuan. “Itu untuk perahu-perahu yang mendesak diperbaiki. Sampai saat ini, kita masih melakukan pemetaan dimana saja titik-titik tempat nelayan yang layak diberi bantuan,” tutur Indah.

Selain fokus terhadap pendampingan korban dan pemberian bantuan, kata Indah, lembaganya juga ikut mengubah pola prilaku masyarakat di wilayah tersebut. Hal yang sudah dilakukan LAZ Harfa sejak lama ini, bertujuan agar warga bisa memiliki kehidupan lebih baik setelah bencana itu terjadi.

“Biasanya, di kampung-kampung dampingan itu kita butuh waktu kurang lebih 3 bulan untuk melakukan hal tersebut. Awalnya memang banyak tantangan dan penolakan dari warga. Tapi secara perlahan, alhamdulillah mereka mau terbuka untuk mengubah pola hidup dan mainsetnya ke arah lebih baik,” ucapnya.

Memiliki tantangan

Sementara itu, Founder Relawan Kampung Arif Kirdiat mengatakan, kerja seorang relawan memiliki tantangan yang tidak bisa dilakukan oleh setiap orang. Dia mengatakan, relawan harus punya niat yang kuat, kesiapan mental, fisik yang kuat dan punya finansial yang memadai.

“Niatnya harus lurus dulu dari awalnya. Karena, bekerja jadi seorang relawan di lapangan itu punya medan dan tantangan yang beda-beda. Tapi intinya, keluarga tetap harus diutamakan. Jangan sampai sibuk membantu orang lain tapi keluarga dilupakan,” ucapnya.

Untuk relawan yang tergolong berusia muda, ia berpesan agar mereka bisa terus mengasah diri dan tidak mudah putus asa. Setiap kondisi di lapangan harus menjadi pelajaran yang bisa dijadikan ilmu untuk bekal dalam dunia kerelawanan.

“Modal dasarnya harus mengetahui medan. Mereka yang mau terjun ke suatu tempat, harus tahu dulu bagaimana kondisi lapangan di sananya. Relawan juga harus punya insting. Dia tidak bisa dipaksakan, diajak-ajak, apalagi didorong-dorong oleh orang lain,” ujar Arif Kirdiat.

Berdasarkan pantauan Kabar Banten, kegiatan sharing season itu diisi dengan dialog antar para relawan LAZ Harfa yang notabene telah ikut membantu pendampingan kepada masyarakat pada saat tsunami Selat Sunda. Sejumlah relawan, juga diberi penghargaan atas dedikasinya dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana. (Rifat Alhamidi)*


Sekilas Info

Pendaftar Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Banten Membeludak

SERANG, (KB).- Pendaftar seleksi calon Anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Banten periode 2019-2023 membeludak. Sampai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *