Setiap Kamis Gunakan Bebasan

UNTUK melestarikan bahasa Jawa Cilegon atau yang dikenal dengan sebutan bebasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon diharuskan menggunakan bahasa daerah tersebut. Demikian kesimpulan yang diambil dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Peraturan Wali Kota Cilegon Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penggunaan, Pengembangan, dan Pemeliharaan Bahasa Jawa Cilegon yang diselenggarakan di Ruang Rapat Wali Kota Cilegon, Kamis (8/3/2018).

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cilegon, Edi Ariadi yang membuka rapat tersebut mengatakan, bahwa bahasa daerah perlu dilestarikan, agar tidak tergusur oleh budaya dan bahasa asing negara lain. “Bahasa daerah, adalah bahasa yang harus dimiliki oleh masyarakat, maka dari itu, kami perlu melestarikan, agar tidak hilang dan tergusur oleh budaya asing,” katanya.

Ia menuturkan, sebagai bentuk cinta Cilegon memiliki bahasa Jawa, maka perlu menerbitkan Peraturan Wali Kota Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penggunaan, Pengembangan, dan Pemeliharaan Bahasa Jawa Cilegon yang Disebut dengan Bebasan.

Plt Wali Kota Cilegon sangat antusias turut serta untuk mendukung terlestarikannya bahasa Jawa Cilegon sebagai bahasa kedua di Kota Cilegon. Maka, setiap Kamis di lingkungan ASN perlu dibiasakan menggunakan bebasan. “Saya bangga dan antusias serta turut mendukung bahasa Jawa Cilegon untuk dilestarikan sebagai bahasa kedua di Kota Cilegon, agar mewujudkan menguatkan karakter masyarakat Cilegon,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Kota Cilegon, Taufiqurrahman mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka tindak lanjut peraturan wali kota tentang bahasa Jawa Cilegon untuk diterapkan di lingkungan ASN Kota Cilegon. “Sebagai bentuk partisipasi dan mendorong pelestarian bahasa Jawa Cilegon sebagai identitas masyarakat Cilegon, maka kami perlu menetapkan peraturan wali kota tersebut diterapkan kepada ASN di Kota Cilegon. (Himawan Sutanto)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here