Minggu, 18 November 2018

Setengah Abad UIN SMH Banten: Refleksi Historis

Oleh

Ilzamudin Ma’mur
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan

Bulan Oktober merupakan bulan yang sangat penting dan bermakna tidak saja bagi segenap warga bangsa Indonesia, tetapi juga bagi warga Banten serta civitas akademika UIN SMH Banten. Betapa tidak, pada bulan Oktober ini banyak peristiwa bersejarah. Pertama, Oktober bulan terjadinya salah satu komitmen awal persatuan bangsa, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) kelak, sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Kedua, pada 4 Oktober, 18 tahun lalu, Banten dinyatakan secara resmi sebagai Provinsi baru berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2000; Ketiga, 8 Oktober adalah hari jadi Kabupaten Serang, daerah dimana secara geografis UIN Banten terletak. Keempat, pada Selasa 16 Oktober, 1962, lembaga pendidikan tinggi Islam yang didirikan masyarakat Banten dengan nama Fakultas Syari’ah Islam Maulana Yusuf dinegerikan, yang pada hari ini diperingati Dies Natalisnya yang ke-56 (1962-2918), yang insya Allah akan dihadiri oleh Menteri Agama RI, Bapak Lukman Hakim Saifuddin.

Tulisan ini pun ditulis sebagai kado milad, semoga UIN SMH Banten, sebagaimana visinya, benar-benar “Menjadi Universitas yang Unggul dan Terkemuka dalam Integrasi Keilmuan yang Berwawasan Global,” insya Allah.

Kilasan Historis Kelembagaan

Berbeda dengan beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta di Banten, UIN SMH Banten, sebelum mencapi bentuk finalnya yang sekarang ini, telah melalui perjalanan yang sangat panjang dan unik, yang oleh karenanya perlu disampaikan kepada masyarakat dan generasi millenial sebagai salah satu stakeholders-nya di Banten khususnya dan Nusantara pada umumnya. Sejarah UIN SMH Banten, secara garis besar dapat diklasifikasikan ke dalam 2 periode utama. Pertama, periode lembaga pendidikan tinggi Islam non-pemerintah atau swasta (1961-1962); dan Kedua, periode lembaga pendidikan tinggi Islam pemerintah atau negeri (1962-2018).

Lembaga Pendidikan Tinggi Islam Swasta

Sebagaimana masyarakat di daerah lain, pada dasawarsa kedua di awal pemeritahan Republik Indonesia yang baru lepas dari cengkeraman kolonialisme asing, masyarakat Banten menyadari sepenuhnya bahwa untuk mengatasi segala ketertinggalannya dari bangsa-bangsa lain serta untuk meningkatkan kemajuan dalam segala bidang utamanya keagamaan adalah antara lain melalui pendirian lembaga pendidikan, khususnya pendidikan tinggi Islam.

Maka pada 17 Agutus 1961 terbentuk Fakultas Syariah Islam Maulana Yusuf dan didirikan gedungnya di daerah yang sekarang menjadi jantung ibu kota Provinsi Banten, Kota Serang. Setelah satu tahun berjalan, lembaga ini dipercayakan pengelolaannya kepada pemerintah Indonesia, yakni Departemen Agama, diikuti dengan perubahan nama lembaga menjadi Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Kali Jaga (Suka) Yogyakarta Cabang Serang. Surat Keputusan Menteri Agama RI No 67 Tahun 1962, tentang penegrian tersebut ditandatangani oleh K.H. Saifuddin Zuhri (1919-1986), selaku Menteri Agama RI pada masa kepresidenan Soekarno, Presiden Pertama RI, pada hari Selasa 16 Oktober, 1962. Tanggal inilah (16 Oktober) kemudian ditetapkan sebagai hari jadi UIN SMH Banten dan diperkuat dengan keputusan Senat Universitas dan Rektor.

Lembaga Pendidikan Tinggi Islam Negeri

UIN SMH Banten pada periode ini dapat disubklasifikasikan menjadi 4 periode: Fakultas, Sekolah Tinggi, Instritut dan Universitas. Masing-masing ini disajikan secara singkat sebagai berikut. Bentuk Fakultas: UIN SMH Banten dalam bentuk fakultas berlangsung selama 35 tahun (1962-1997), dengan beberapa perubahan afiliasi. Pertama, Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN), Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Serang salama krang lebih satu tahun (1962-1963);

Kedua, Fakultas Syariah dan Fakultas Tarbiyah IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang masing-masing berlangsung selama bebarapa tahun (1963-1976); Ketiga, Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati Bandung di Serang, yang berlangsung selama sekira 21 tahun (1976-1997). Pada priode fakultas, lembaga ini dipimpin oleh dekan fakultas secara bergantian : Prof. KH. Syadeli Hasan, Prof. Dr. H. A. Wahab Afif, MA, Prof. Dr. H. Baihaki Ak., Prof. Dr. H. Suparman usman, SH, Prof. Dr. H. M.A. Tihami, MA, MM. Laju dan dinamika UIN SMH Banten, pada priode fakultas ini tidak lah pesat kalau bukan agak lamban, dikarenakan belum mandiri dan masih berafiliasi dengan lembaga induk.

Bentuk Sekolah Tinggi: Sebagaimana perubahan dari swasta ke negeri yang intinya adalah untuk peningkatan kualitas dan kapasitas, Fakultas Syari’ah IAIN Sunan Gunung Djati di Serang, yang tetap pada bentuk ini selama dua dasawarsa, akhirnya mengajukan proposal perubahan bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri yang mandiri dan berdiri sendiri di Serang, Jawa Barat.

Upaya tersebut membuahkan hasil, dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No 11 tahun 1997, pada 21 Maret 1997. Perubahan bentuk Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri ‘Sultan Maulana Hasanuddin’ Banten, bersamaan dengan STAIN Syekh Nurjati Cirebon, yang juga sebelumnya berafiliasi dengan IAIN SGD Bandung, serta STAIN Mataram dan STAIN Gorontalo. Selama bentuk sekolah tinggi, STAIN SMH Banten diketuai oleh Prof. Dr. H. M.A. Tihami, MA. (1997-2004). Dengan kemandirian ini, dinamika tridharma perguruan tinggi UIN SMH Banten pada priode ini mulai terlihat nyata secara kuantitaf dan kualitatif.

Bentuk Institut : Didorong oleh semangat peningkatan kapasitas dan kualiats, lagi-lagi proposal transformasi dari STAIN ke IAIN pun diajukan kepada Kementerian Agama. Pada 18 Oktober, 2004, keluarlah Keputusan Presiden No.91 Tahun 2004 tentang Institut Agama Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. IAIN SMH Banten sselama beberapa periode dipimpin oleh Prof. Dr. H. M.A. Tihami, MA, MM (2004-2010), Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya, LML, MM,(2010-2014) dan Prof. Dr. H. Fauzul Iman, MA. (2014-2017).

Dengan menjadi institut, lembaga ini semakin dinamis dan maju, sehingga dalam kurun waktu 14 tahun penyelenggaraan, segera melanjutkan laju tranformasi finalnya, yakni bertekad menjadi universitas bahkan terwujud lebih cepat dari yang ditargetkan.

Bentuk Universitas : Semangat dan upaya transformasi atau perubahan bentuk tertinggi dari lembaga pendidikan tinggi yakni dari IAIN ke UIN SMH Banten, berujung dengan dikeluarkanya Perpres No 39 Tahun 2017 pada tanggal 7 April 2017 tentang Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Usaha yang telah dirintis pada masa kepemimpinan Prof. Dr. H.E. Syibli Syarjaya,LML, MM, akhirnya dapat diwujudkan pada masa kepemimpinan Prof. Dr. H. Fauzul Iman, MA (2017- 2021). Perubahan ini diperlukan untuk lebih memperluas aksesibilitas, meningtakan kualitas, dan menguatkan relevasni dan daya saing sejalan dengan tuntutan zamannya, zaman yang kini dikenal dengan Fourth Industrial Revolution.

Pada posisi sekarang institusi UIN SMH Banten sudah terakreditasi B oleh BAN-PT, semua program studi jenjang strata satu (sarjana) dan strata dua (magister), 2 program studi jenjang doktor masih dalam proses, yang berjumlah 24 program studi juga sudah teraktreditasi secara bervariasi A, B dan C serta sebagian lainnya sedang proses reakreditasi. Demikian juga dengan unit pelayanan teknis pendukungnya, yakni Perpustakaan UIN SMH Banten sudah terakreditasi B.

Jurnal al-Qalam, jurnal utama UIN SMH Banten, telah terakreditasi B sejak 2000 dan berulang kali reakreditasi. Jurnal akademis lainya yang berjumlah 36 jurnal sebagian telah menerapkan OJS dan masuk jaringan Portal Garuda, Google Scholars, Moraref Kementerian Agama dan Sinta Kementeruan Riset Teknologi. Civitas academica UIN SMH Banten telah mempublikasikan karya-karyanya pada penerbit nasional dan internasional, salah satunya adalah karya Yanwar Pribadi berjudul Islam, State and Society in Indonesia, yang diterbitkan oleh Routldge di London dan New York, pada 2018.

Saat ini UIN SMH Banten memiliki 2 kampus yang luasnya sekira 50 hektar, dengan jumlah masiswa sekira 10.000-an dan didukung oleh 312 dosen serta 179 tenaga kependidikan. UIN SMH Banten semoga terus istiqamah bergerak maju menjemput destinasi visi, misi dan programnya baik jangka pendek, menengah dan jangka panjangya, insya Allah. Wallahua’lam bi al-shawab !


Sekilas Info

Panen Garam di Empang Bandeng

Sejak saya kecil, Kampung/Desa Domas, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang terkenal sebagai penghasil ikan Bandeng. Rasa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *