Sering Kunker, Anggota DPRD Kota Cilegon Dikritik

CILEGON, (KB).- Menjelang berakhirnya masa tugas, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon semakin santer melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah. Namun, kegiatan wakil rakyat tersebut, mendapat kritikan pedas dari kalangan masyarakat Cilegon.

Salah satunya yang mengkritisi kegiatan kunker anggota dewan itu Lembaga Kajian Publik Cilegon (LKPC). “DPRD Cilegon sering melakukan kunjungan kerja seolah tidak ada waktu buat di kantor,” kata Wakil Ketua LKPC Juju Juhana, Ahad (23/6/2019).

Menurut dia, kunjungan kerja atau studi banding memang perlu dilakukan pejabat legislatif maupun eksekutif untuk melihat perkembangan daerah lain sebagai bentuk referensi. Namun, dia menyayangkan kunker yang dilakukan anggota DPRD Kota Cilegon belakangan ini terkesan tak jelas hasilnya.

Seharusnya, tutur dia, kunjungan kerja tersebut, melihat kebutuhan dalam konteks perencaan pembangunan, seperti Kota Cilegon sebagai daerah industri, di mana seharusnya dewan ataupun eksekutif berkunjung ke daerah industri juga, namun dengan skala yang lebih besar.

Seperti Cikarang, Karawang, Jakarta atau daerah lain yang dikenal dengan kota industri terbesar di Indonesia. Dalam kunjungan kerja tersebut, bisa mengambil contoh dan bukan tidak mungkin untuk diimplementasikan juga di Kota Cilegon, misalnya dalam hal penyerapan tenaga kerja.

Selain itu, ujar dia, kunker yang sering dilakukan anggota dewan jangan sampai mengganggu kinerja mereka dalam melakukan pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat. “Pada prinsipnya tugas anggota legislatif itu membawa suara rakyat, bukan membawa uang rakyat,” ucapnya.

Apalagi, tutur dia, saat ini Kota Cilegon sedang diributkan dengan isu Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), seharusnya wakil rakyat meninjau langsung kegiatan tersebut.

“Bukan nulis status di medsos atau meninggalkan tugasnya. Walaupun bekerjanya tinggal beberapa bulan lagi khususnya untuk periode 2014-2019, namun sebagai anggota dewan jangan meninggalkan kewajiban,” katanya.

Menurut Wakil Ketua LKPC Agus Bejo , sebaiknya anggota DPRD dalam menyelesaikan tugasnya pada 2019 dapat membawa angin segar bagi masyarakat Cilegon. Karena, saat ini banyak sekali isu yang berkembang di masyarakat.

”Selain PPDB, ada juga mengenai infrastruktur kemudian PJU (penerangan jalan umum) serta pelayanan masyarakat dari berbagai OPD yang membutuhkan pengawasan dari dewan,” ujarnya.

Ia berharap, di akhir masa baktinya anggota DPRD Kota Cilegon bisa bekerja optimal. Informasi yang berhasil dihimpun, selama sepekan ke kebelakang, anggota DPRD Cilegon melakukan kunjungan kerja ke berbagai wilayah, seperti Yogyakarta, Semarang, dan Solo. Namun, sepulang dari kunker tersebut, wakil rakyat tersebut berangkat lagi ke Bali.

Sementara itu, menanggapi kritikan LKPC, Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar menuturkan, kegiatan yang dilakukan anggota DPRD Cilegon telah sesuai aturan. “Anggota DPRD tidak sembarang dalam melakukan kerja,” ucapnya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here