Sering Jadi Penyebab Banjir, Warga Benggala Keluhkan Drainase Jalan Yumaga

Ketua RT02 Lingkungan Benggala Masjid, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang Yudi saat menunjukkan drainase yang sering macet, Jumat (29/11/2019).*

SERANG, (KB).- Warga Lingkungan Benggala Masjid di RT02/RW09, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Serang mengeluhkan drainase di Jalan Yusuf Martadilaga (Yumaga) yang sering tersumbat. Akibatnya, saat musim penghujan drainase tersebut sering menjadi penyebab banjir.

Ketua RT02 di Lingkungan Benggala Masjid Yudi mengatakan, saluran air dari Jalan Yumaga tersebut, mengalir ke arah jalan protokol. Akibat drainase yang tersumbat, seringkali hujan menyebabkan banjir di permukiman warga hingga jalan protokol, meskipun hujan dengan intensitas sebentar.

“Kalau seandainya hujan setengah jam saja atau lamanya satu jam, air ini larinya ke jalan-jalan, ke gorong-gorong ke arah Bank Jabar Banten (BJB) jadi banjir,” katanya kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

Ia menuturkan, macetnya drainase tersebut, disebabkan oleh banyaknya tumpukan sampah plastik dan adanya penyempitan drainase. Padahal, masalah tersebut, seringkali disampaikan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) sejak 2015, namun hingga saat ini belum ada pembenahan.

“Kami minta pemerintah untuk membenahi saluran, selain antisipasi banjir juga, agar kesehatan dan kebersihan warga terjamin,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang M Ridwan menuturkan, rangkaian saluran drainase, dari Benggala Masjid hingga ke arah Pasar Lama sudah dilakukan pemeliharaan.

“Sudah dilakukan pembangunan juga, meskipun waktu itu, masih ada beberapa kendala terkait dengan persepsi gorong-gorong itu sendiri,” ucapnya.

Menurut dia, gorong-gorong atau drainase sudah dilakukan pemeliharaan mulai dari bawah Pasar Lama, hingga ke depan BJB sampai ke titiknya di depan Pom Bensin Benggala. Namun, akibat kebiasaan masyarakat membuang sampah secara sembarangan, mengakibatkan banyak saluran drainase yang tersumbat.

“Beberapa kali kami masuk ke gorong-gorong untuk membersihkan sampah. Jadi, tahun depan dianggarkan hanya pemeliharaan, karena kalau diperluas juga kena rumah warga,” tuturnya. (Masykur/YA)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here